Pemerintah Giatkan Semangat Gotong Royong di Maumere

Editor: Koko Triarko

159

MAUMERE – Semangat untuk mempertahankan nilai-nilai gotong royong dan kerja sama di tengah masyarakat kabupaten Sikka, khususnya di kota Maumere, harus terus digalakkan, agar tidak hilang tergerus zaman.

“Nilai gotong royong ini masih ada, namun mulai memudar dan di kota Maumere nilai-nilai individualisme mulai nampak. Dengan adanya kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), kami terus mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong,” sebut Frans A.L.da Lopez, Jumat (18/5/2018).

Camat Alok Timur, Frans A.L. da Lopez. -Foto: Ebed de Rosary

Camat Alok Timur ini juga mengatakan, selama ini ada gotong royong di masyarakat, tetapi sudah mulai mati suri sehingga pemerintah hanya berperan sebagai pendorong saja dan mengharapkan masyarakt bisa menyadari dan menjalankan nilai kegotong royongan ini dalam keseharian.

“BBGRM dilakukan untuk merangsang masyarakat, agar menghidupkan kembali  nilai luhur ini, di mana gotong royong merupakan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan,” tuturnya.

Menurut Frando, sapaannya, di tingkat kecamatan Alok Timur pencanangan BBGRM dilakukan Jumat (18/5/2018), sementara kegiatannya dilakukan di kelurahan masing-masing dengan mengajak masyarakat melakukan kegiatan gotong royong.

“Acara  hari ini juga dilakukan berkat gotong royong dengan meminta sumbangan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi. Kita juga membudayakan masyarakat untuk  melaksanakan kerja bakti setiap hari Jumat dan juga melaksanakan sistem keamanan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kota Maumere, Barbara Seli, mengatakan, gotong royong dalam kehidupan masyarakat, khususnya di kota Maumere, mulai sedikit memudar dengan semakin berkembang dan majunya kota.

Menurut Barbara, hadirnya para pendatang dari luar daerah dan kesibukan masyarakat kota mulai mengikis semnagat gotong royong yang ada di masyarakat, sehingga perlu selalu digalakkan dan diimbau agar semangat kebersamaan tetap terjaga.

“Setiap ada hajatan teristimewa kematian, pasti tetangga sekitar pun dengan sendirinya hadir membuat tenda dan membantu keluarga berduka. Kebiasaan ini pun masih ada di kota Maumere termasuk di kalangan anak muda,” sebutnya.

Nilai gotong royong termasuk kebersamaan ini, imbuh Barbara, sangat penting, apalagi di tengah maraknya situasi keamanan akibat merebaknya aksi terorisme.

Dengan saling mengenal baik tetangga rumah dan selalu berinteraksi, tentunya membuat pelaku terorisme lebih mudah dikenali bila menghindar dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.

Dalam kegiatan pembukaan BBGRM di kecamatan Alok Timur, dilakukan ceramah dan  sosialisasi oleh Keuskupan Maumere, tentang kekerasan dalam rumah tangga dan perlidungan anak serta Danramil Alok, tentang wawasan kebanggsaan dan Kapolsek Alok mengenai Kamtibmas.

Juga sosialisasi dari persatuan Waria Kabupaten Sikka (Perwakas) terkait Sexsuality Orientasi Gender Identity (SOGI) serta Puskesmas Beru tentang Kanker Serviks.

Selain itu, ditampilkan pentas seni yang dibawakan oleh anak-anak sekolah di kecamatan Alok Timur.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.