banner lebaran

Pemkab Minahasa Tenggara Instruksikan Siaga Keamanan

200
Ilustrasi -Dok: CDN

MINAHASA TENGGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, memerintahkan seluruh aparat desa dan kelurahan untuk bersiaga menjaga keamanan, setelah terjadinya teror di Surabaya, Jawa Timur.

“Menyikapi kondisi keamanan yang terjadi, kami memerintahkan seluruh aparat desa dan kelurahan bersiaga,” kata Juru Bicara Pemkab Minahasa Tenggara, Franky Wowor, di Ratahan, Senin (14/5/2018).

Selain itu, menurut Franky, seluruh pendatang yang ada di desa dan kelurahan segera dilakukan pendataan serta diwajibkan untuk melaporkan diri.

“Para pendatang segera didata, dan wajib melaporkan diri ke pemerintah di desa atau kelurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, diungkapkan Franky, seluruh pos keamanan lingkungan (Poskamling) dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh masyarakat.

Sementara itu terkait aksi pengeboman di Surabaya, Franky mengungkapkan Pemkab bersama rakyat Minahasa Tenggara mengaku prihatin dan turut berduka cita terhadap korban.

“Pemkab bersama dengan rakyat Minahasa Tenggara mengecam terjadinya aksi yang tidak manusiawi ini, sampai adanya korban yang tidak bersalah,” katanya.

Rakyat Minahasa Tenggara diminta tidak terprovokasi terhadap aksi-aksi teroris, dan diminta untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.