Pemkot Balikpapan Diminta Segera Kaji Kebutuhan Sekolah

Editor: Koko Triarko

256
Ketua Pansus LKPJ Tahun DPRD Balikpapan, Ruki Suheru. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Panitia Khusus Laporan Kerja Pertanggungjawaban DPRD Balikpapan, menyoroti perihal sarana dan prasarana pendidikan sepanjang 2017.
Pasalnya, dari hasil rekomendasi pansus, Pemerintah Kota Balikpapan diminta untuk memperhatikan pendidikan, khususnya dalam sarana dan prasarana sekolah.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Balikpapan, Ruki Suheru, menyebutkan beberapa hal yang menjadi rekomendasi dan catatan-catatan dalam bidang pendidikan, di antaranya pemerintah segera membentuk kajian untuk pembangunan sekolah di Balikpapan, baik untuk Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di setiap Kecamatan.
“Kajian ini salah satu upaya melihat kebutuhan sekolah di masing-masing Kecamatan, untuk memenuhi rombongan belajar, agar saat pendaftaran sekolah di masing-masing kecamatan dapat diakomodir, baik itu tingkat SD maupun SMP,” ungkapnya, saat membacakan hasil rekomendasi Pansus LKPJ 2017 pada Paripurna di Ruang Rapat DPRD Balikpapan, Kamis (31/5/2018).
Tidak hanya mengkaji dalam pembangunan sekolah, pansus juga merekomendasikan peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang ada di Balikpapan. Peningkatan sarana dan prasarana ini untuk pemerataan fasilitas sekolah dari kota hingga pinggiran, sehingga kualitas pendidikan sama hasilnya.
Ruki mengatakan, rekomendasi lainnya perlu perhatian untuk ketersediaan sekolah yang ada di Balikpapan, yang tidak berbanding lurus dengan siswa yang masuk sekolah, baik untuk umum maupun kejuruan, dengan komposisi 40-60.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin, mengatakan peningkatan sarana dan prasarana sekolah di Balikpapan dilakukan secara bertahap dalam pemerataan pendidikan.
“Usulan untuk infrastruktur pendidikan juga terus ditingkatkan dengan melihat anggaran yang tersedia,”katanya.
Apalagi pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Kota Balikpapan, baik secara infrastruktur, sarana dan prasarana sekolah. “Dalam penerapan lima hari sekolah, sekolah juga perlahan melengkapi sarana dan prasarana sekolah, dan kini penerapannya berjalan dengan baik,”tambahnya.
Muhaimin menyebutkan,penambahan ruang kelas baru dan perbaikan infrastruktur sekolah, juga terus diupayakan, baik melalui anggaran pemerintah pusat maupun daerah.
Baca Juga
Lihat juga...