Pemprov DKI Bangun ITF di Sejumlah Lokasi

Editor: Satmoko

245

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, selain di Sunter, Intermediate Treatment Facility (ITF) juga rencananya akan dibangun di tiga titik lainnya di wilayah DKI Jakarta. Lokasinya adalah di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Oh lokasinya ada empat pertama di sini (Sunter), lalu kita ada satu lagi di Jakarta Utara di Marunda, kemudian ada di Jakarta Barat di Kosambi dan ada di kawasan Jakarta Timur,” kata Sandiaga usai meresmikan ITF Sunter di Jalan Sunter Baru, Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Minggu (20/5/2018).

Tiga lokasi itu masih menjalani uji kelayakan sebagai tempat ITF. Nantinya, sampah akan diangkut dari beberapa kecamatan di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Sandiaga menjelaskan, sampah yang dihasilkan di Jakarta saat ini dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Sandiaga khawatir tak ada lagi tempat di TPST Bantargebang yang bisa menampung sampah-sampah dari Ibu Kota.

“Apabila kita pergi ke Bantargebang, itu menakutkan dan perlu diketahui bahwa tempat tersebut tidak sustainable,” katanya.

Dengan ITF Sunter yang akan segera dibangun pada tahun ini, Sandi menyebut ada 2.200 ton sampah yang akan diolah dan diubah menjadi 35 megawatt listrik setiap harinya.

“Kapasitasnya dapat mencapai 2.200 ton per hari. Jadi, ini lebih 25 persen dari seluruh sampah yang dihasilkan setiap harinya di Jakarta,” ucapnya.

ITF Sunter rencananya mulai dibangun tahun ini, setelah izin analisis dampak lingkungan (amdal) terbit. Proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu tiga tahun dan akan rampung pada 2021.

Dengan demikian, sampah-sampah yang diproduksi di Jakarta diharapkan bisa diolah langsung seluruhnya di dalam kota.

ITF Sunter merupakan proyek kerja sama antara PT Jakarta Propertindo (BUMD) dan perusahaan asal Finlandia, Fortum. Nantinya, lanjut Sandiaga, ITF diperkirakan mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Baca Juga
Lihat juga...