Pemprov Lampung Pastikan Sarpras Mudik Lebaran, Siap

Editor: Koko Triarko

263
LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung, memastikan sudah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana dalam angkutan Lebaran 2018. Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, memastikan semua stakeholders telah mempersiapkan angkutan lebaran.
Sejumlah tempat yang dipantau untuk angkutan lebaran, di antaranya stasiun kereta api Tanjungkarang, pelabuhan Pelindo Panjang, Bandara Raden Intan II serta pelabuhan penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan.
Plt.Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Lampung,  Taufik Hidayat (kanan) dan GM PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung, Anton Murdianto (kiri) saat meninjau pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Pada tahun ini, Taufik Hidayat memastikan kesiapan pelabuhan penyeberangan Bakauheni dilakukan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, dengan penyiapan 63 armada kapal roll on roll off (Roro), lengkap dengan fasilitas 6 dermaga, dan sejumlah fasilitas termasuk ruang tunggu penumpang, terminal antarmoda pelabuhan, loket penjualan tiket kendaraan.
Selain persiapan pelabuhan Bakauheni, Taufik Hidayat saat didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan, juga menyebut persiapan kendaraan dilakukan mengantisipasi lonjakan penumpang.
Sebanyak 769 bus yang melayani trayek di sejumlah wilayah provinsi Lampung, akan disiagakan di terminal Rajabasa Bandarlampung, melibatkan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda), DAMRI.
“Persiapan angkutan lebaran kita siapkan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, demi kelancaran pemudik angkutan mudik dan balik mulai dari angkutan darat, laut dan udara,” terangnya, saat dikonfirmasi sejumlah media di Bakauheni, Kamis (31/5/2018).
Taufik mengatakan, pihaknya fokus pada pelabuhan Bakauheni, karena pelabuhan penyeberangan tersebut masih menjadi favorit bagi pemudik. Selain bagi pemudik dengan penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi, kendaraan roda dua, masih mempergunakan kapal laut dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.
Menurutnya, pelayanan arus mudik tersebut sudah disiapkan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung Selatan. Mengantisipasi kendaraan bus yang kerap habis di pelabuhan Bakauheni, Dishub Lampung juga menyediakan 50 bus cadangan.
Taufik mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. Hutama Karya, yang mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar.
Hingga awal Mei, sebutnya, JTTS yang beroperasi sepanjang 8,9 Kilometer dari seksi I Pelabuhan Bakauheni dan seksi V Lematang-Kotabaru sepanjang 5,2 kilometer. Akses tersebut sudah dioperasikan sejak Januari 2018, saat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Operasional JTTS untuk angkutan Lebaran seksi I Pelabuhan Bakauheni-Interchange Bakauheni, dilengkapi dua unit gerbang tol, yakni  Bakauheni Selatan dan Bakauheni Utara.
Dua unit gardu tol tersebut dilengkapi sembilan unit gardu tol operasi, lima unit di gerbang tol Bakauheni Selatan dan empat unit di Bakauheni Utara. JTTS seksi V Lematang-Kotabaru dengan operasional dua unit gerbang tol Lematang dan Kotabaru, serta sepuluh unit dengan enam unit gardu tol di GT Lematang dan empat unit Kota Baru.
“Dua seksi JTTS tersebut sudah difungsikan sejak diresmikan, sementara sisanya masih dalam pengerjaan, dan sebagian akan difungsikan saat lebaran,” terang Taufik.
Kesiapan JTTS juga akan dilakukan dengan memfungsikan JTTS sepanjang 40 kilometer dari Bakauheni menuju ke Sidomulyo. Meski belum ada fasilitas rest area, SPBU. JTTS ini akan difungsikan saat siang hari, mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Lintas Tengah Lampung.
Terkait kerusakan bahu jalan dampak longsor di KM 07 Bakauheni di dekat exit JTTS, pihaknya sudah berkoordinasi dengan  satuan kerja Pengawasan dan Perencanaan Jalan Nasional (P2JN). Upaya perbaikan akan dilakukan, untuk mengantipasi longsor susulan, termasuk penyediaan sarana lampu jalan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.
Baca Juga
Lihat juga...