Pemuda Sleman Sukses Budidayakan Kerapu di Lereng Pegunungan Merapi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

615

YOGYAKARTA — Memanfaatkan teknologi Resilkurasi Aquaculture System (RAS), sekolompok anak muda yang tergabung dalam perusahaan berbasis riset, Indmira asal Sleman Yogyakarta, berhasil membudidayakan ikan kerapu.

Lewat penelitian dan pengembangan yang mereka lakukan selama bertahun-tahun, Indmira membuktikan bahwa budidaya ikan kerapu tidak hanya bisa dilakukan di laut atau kawasan pesisir pantai saja, namun juga di wilayah perkotaan bahkan lereng pengunungan, seperti tempat mereka saat ini di Jalan Kaliurang Ngemplak, Sleman.

Salah seorang tim pengelola, Finandita Satria menjelaskan, sistem yang mereka terapkan secara gampang adalah mengubah air tawar menjadi air laut, lalu mengkondisikannya sebagai tempat pembesaran ikan kerapu. Dengan begitu mereka tidak perlu menggunakan atau mengambil air laut untuk budidaya.

“Teknologi ini di luar negri sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun karena sangat mahal jika diaplikasikan di Indonesia, maka kita berupaya mempelajari dan membuatnya sendiri,” katanya saat menerima kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, baru-baru ini.

teknologi Resilkurasi Aquaculture System
Tim pengelola budidaya kerapu Indmira, Finandita Satria. Foto: Jatmika H Kusmargana

Indmira sendiri melakukan pengembangan di lahan perkotaan dengan tujuan memutus rantai distribusi sekaligus mendekatkan pembudidaya dengan pasar seperti rumah makan, restoran. Ikan kerapu dipilih sebagai komoditas budidaya karena memiliki pasar yang potensial dan ketersediaan bibit yang mencukupi.

“Selama ini antara petani, distribusi dan market tidak ketemu. Petani tidak mau diambil sedikit. Sementara market maunya sedikit tapi kontinyu. Dari sisi distribusi juga jauh sehingga resiko kematian hingga 30 persen. Karena itu kita berpikir bagaimana agar tempat produksi bisa berada di dekat pasar dan ketemulah sistem ini,” ujarnya.

teknologi Resilkurasi Aquaculture System
Titiek Soeharto meninjau kolam-kolam tempat budidaya kerapu di Indmira, Jalan Kaliurang Ngemplak Sleman Yogyakarta. Foto: Jatmika H Kusmargana

Memulai penelitian dan pengembangan sejak tahun 2015, di lahan kolam seluas 400 meter persegi, kini Indmira telah mampu menghasilkan dan memasok 400 kilogram ikan kerapu setiap bulannya. Ikan tersebut disetorkan ke sejumlah restoran maupun rumah makan sekitar wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

“Dari bibit ukuran delapan centimeter dibutuhkan waktu enam hingga 11 bulan untuk panen. Untuk harga, di wilayah Yogyakarta cukup bagus, yakni berkisar antara 150 hingga 180 ribu rupiah per kilogramnya,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menegaskan mendukung penuh upaya yang dilakukan Indmira dalam mengembangkan budidaya kerapu di lahan perkotaan dengan sistem RAS tersebut.

Ia menilai apa yang telah dilakukan Indmira merupakan sebuah terobosan teknologi yang harus terus dikembangkan dan disebarluaskan demi kemajuan dunia perikanan.

“Ini merupakan terobosan teknologi yang luar biasa. Saya kaget di kawasan lereng gunung Merapi seperti ini, bisa dilakukan pembesaran kerapu. Yang membuat saya lebih senang lagi ternyata yang melakukan adalah anak-anak muda. Ini harus didukung, agar semakin berkembang dan skalanya semakin meluas,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.