Pemudik Diminta Waspadai Jalur Rawan Longsor di Sumbar

Editor: Mahadeva WS

264
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Amran/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat mewaspadai potensi rawan kecelakaan dan bencana tanah longsor di jalur mudik 2018. Beberapa titik yang terpantau diantaranya, kawasan Sitinjau Lauik, Silaiang, Kelok 44 di Maninjau, Kabupaten Agam, dan di sejumlah titik di Kabupaten Pesisir Selatan. 

Kepala Dishub Sumbar Amran meminta, pengguna jalan khususnya perantau yang akan pulang kampung untuk merayakan lebaran 2018, agar berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut. “Mana tau ada yang sudah mulai mudik dari sekarang, karena mulai cuti kerja kalau tidak salah 8 Juni mendatang. Makanya perlu diingatkan dari sekarang,” tegasnya, Rabu (30/5/2018).

Potensi longsor di titik-titik rawan tersebut tidak terlepas dari masih turunnya hujan di Sumbar. Kontur jalan yang berkelok-kelok dengan banyak tikungan tajam. Kemudian keberadaan sisi kiri dan kanan jalan berupa tebing dan jurang. Tidak hanya itu, cukup banyak struktur tanah yang labil, sehingga mudah longsor saat musim hujan.

Amran mengungkapkan, longsor pernah terjadi di Kelok 44 Maninjau tepatnya di Kelok 3. Akses jalan dari Lubuk Basung menuju Bukitinggi itu sempat mengalami lumpuh total, karena material longsor berupa tanah dan pohon itu menimbun badan jalan.

Jalur rawan lainnya berada di sepanjang jalur Kayu Tanam-Padang Panjang, serta semua jalur Padang-Pesisir Selatan, dan Padang-Solok Selatan. Di jalur tersebut, banyak terlihat titik longsor sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan dari pihak-pihak terkait.

“Selain rawan kecelakaan dan longsor, bahwa beberapa kawasan tersebut, terutama Silaiang, diprediksi juga akan kembali mengalami kemacetan menjelang lebaran maupun saat lebaran,” tambahnya.

Sementara itu, pengendara atau perantau yang datang dari Payakumbuh menuju Sijunjung atau sebaliknya, juga diminta untuk memanfaatkan jalur alternatif. Seperti jalur Sijunjung ke Batu Sangkar hingga ke Piladang Limapuluh Kota.

“Intinya, kami dari Dishub meminta masyarakat atau pengendara untuk cerdas menggunakan akses jalan supaya terhindar dari kemacetan. Di Sumbar ini kan banyak jalur alternatif, jadi harus cerdas memanfaatkan jalur alternatif yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Sumbar Fathol mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor di sepanjang jalur arus mudik lebaran 2018, telah disiapkan alat berat. Dinas PUPR juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten dan kota menyangkut kelancaran arus mudik lebaran, termasuk pihak kepolisian.

“Alat berat berupa eskavator, mobil derek dan lainnya akan disiagakan di titik-titik rawan bencana terutama tanah longsor. Termasuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas dan mobil mogok. Tentunya  kami berkoordinas dengan Dishub,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...