Pengembangan Tiga SWP di Sikka Masih Belum Maksimal

Editor: Mahadeva WS

192

MAUMERE – Pengembangan tiga Satuan Wilayah Perikanan (SWP) di Kabupaten Sikka masih belum maksimal. Hal itu dikarenakan model pengembangannya belum terintegrasi dengan baik.

Selain itu unsur-unsur pendukung untuk meningkatkan sektor perikanan belum berfungsi secara lebih baik. “Model pengembangannya belum terintegrasi degan baik. Supaya terintegrasi dengan baik, kita harus siapkan Sumber Daya Manusianya (SDM), kelembagaan, lalu bantuan pemberdayaan,” sebut Sekertaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Sikka Paul H.Bangkur, Senin (21/5/2018).

Saat bertemu kelompok Wahana Tani Mandiri (WTM) dan para perangkat desa pesisir Paul menjelaskan, untuk memaksimalkannya maka setiap bagian seperti manusia, dana, metode, material dan mesin harus dipersiapkan secara baik. “Dari segi manusia, kita tentu harus menyiapkan SDM nelayannya. Banyak nelayan di pesisir selatan yang belum terbiasa memancing ikan tuna dan cakalang menggunakan kapal Pole and  Line kita berikan magang di kapal-kapal milik nelayan di pantai utara,” terangnya.

Selain nelayan, SDM dari DKP yang mengelolanya serta para investor yang menanamkan modalnya juga perlu mendapatkan perhatian. Dari segi dana, karena tawaran pengembangannya adalah unit usaha, maka yang diterapkan adalah sistim investasi pihak swasta, berbeda dengan daerah yang APBD nya besar sehingga pembiayaannya oleh daerah.

Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung (kiri) bersama Sekertaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Sikka Paul H.Bangkur. Foto : Ebed de Rosary

“Metode yang digunakan 1 berbanding 3, 1 hari petugas dari DKP Sikka berada di kantor sementara 3 hari di masyarakat mengunjungi para nelayan. Tetapi ternyata APBD tidak cukup membiayai konsep ini,” ungkapnya.

Mengenai kebijakan pemerintah Paul menyebut, ada yang untuk mendukung pemberdayaan dan perlindungan nelayan. Kebijakan pemberian bantuan serta regulasi yang tentunya akan memudahkan nelayan mencari nafkah. “Sementara unsur lainnya yakni mesin atau penggerak pembangunan perikanan. Bila semua ini diberdayakan dan dikembangkan maka SWP ini akan berhasil,” ungkapnya.

Tiga SWP yaitu SWP daerah selatan yang berpusat di Paga yang akan mengakomodir perikanan di wilayah selatan. SWP 2 daerah utara bagian tengah untuk mengakomodir wilayah Magepanda, pulau-pulau kecil dan sebagian pesisir Alok Timur dan Barat serta SWP 3 berpusat di Nangahale untuk wilayah timur pantai utara Sikka.

Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan LSM Kiara untuk membentuk kelompok perempuan nelayan di Sikka. Kelompok tersebut untuk melakukan pengolahan hasil laut serta membantu suami mengembangkan perekonomian keluarga nelayan.

WTM sengaja mengundang DKP Sikka dan para kepala desa yang memiliki wilayah di pesisir pantai untuk berdiskusi secara mendalam tentang kondisi nelayan serta membangun pemahaman bersama akan pentingnya keberpihakan terhadap nelayan dan membangun sinergitas antara LSM, nelayan, pemerintah desa dan DKP Sikka.

“Kami ingin membangun pemahaman akan pengakuan terhadap kelompok nelayan dan perempuan nelayan dan adanya kebijakan peraturan desa tentang nelayan. Juga berbagai program kerja baik di DKP dan desa yang berpihak kepada nelayan,” tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...