Penghijauan di Lingkungan Sekolah Beri Suasana Nyaman Belajar

Editor: Koko Triarko

121

LAMPUNG — Potensi ruang terbuka hijau di lingkungan SMP Muhamadiyah Penengahan, dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk menanam berbagai tanaman peneduh dan beragam pohon buah.

Khomarul, Kepala Sekolah SMP Muhamadiyah Penengahan, menyebut di areal sekolah sejak awal berdiri puluhan tahun silam, berbagai jenis tanaman peneduh ditanam di lahan sekolah. Berbagai jenis tanaman penghijauan tersebut di antaranya jati ambon, jati gamalina, beringin, ketapang kencana.

Selain peneduh jenis pohon buah sirsak, kelengkeng, mangga, jambu juga ditanam di area sekolah.

Semenjak tahun 2012 bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan (sekarang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) penghijauan terus digalakkan.

Khomarul,Kepala Sekolah SMP Muhamadiyah Penengahan Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Penambahan tanaman penghijauan bahkan lebih luas menjangkau hingga keluar lingkungan sekolah yang merupakan wilayah desa Pasuruan. Jenis tanaman penghijauan yang ditanam di antaranya pohon kemiri, albasia ,turi serta kayu putih yang bisa dimanfaatkan.

“Manfaat utama berbagai jenis tanaman tersebut, di antaranya sebagai pohon penghijauan penyerap polusi di tepi jalan sekaligus buahnya bisa dimanfaatkan untuk bumbu, seperti kemiri,” terang Khomarul, Rabu (16/5/2018).

Bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, penanaman 1.000 pohon bahkan dilakukan di area sekitar sekolah serta jalan desa. Pihak sekolah terus melakukan penambahan beberapa jenis pohon buah. Beberapa pohon buah yang kering dan mati akibat kondisi kemarau disulam dengan tanaman baru. Sebagian tanaman buah tersebut bahkan sudah berbuah, yaitu sirsak dan mangga.

Khomarul menyebut, penghijauan di lingkungan sekolah termasuk program sekolah untuk memberi kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain memberi kesan nyaman, para siswa juga bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam. Khusus untuk pembuatan taman bunga di sekolah, pelibatan siswa juga dilakukan untuk mempercantik halaman sekolah.

Khomarul juga menyebut, beberapa guru memiliki cara unik dengan mewajibkan siswa membawa bibit bunga saat tidak mengerjakan tugas. Hukuman tersebut diberikan untuk memberi kesadaran bagi para siswa yang tidak mengerjakan tugas, sekaligus bisa ikut menjaga kelestarian lingkungan di sekolah. Sejumlah taman bunga menjadi tanggungjawab setiap kelas dengan penanaman bunga di dalam polybag.

Jelang bulan Ramadan, upaya menjaga lingkungan juga dilakukan oleh para siswa dengan membersihkan sampah dan rumput di halaman sekolah.

Pembersihan tersebut dilakukan sebelum bulan Ramadan, sekaligus sebelum siswa melakukan ujian semester bagi kelas 7 dan kelas 8. Selain untuk menjaga kebersihan sekolah, pembersihan lingkungan tersebut dilakukan agar siswa bisa fokus saat ujian semester dan saat libur lingkungan sekolah dalam kondisi bersih.

“Selain pembersihan lingkungan dilakukan juga penanaman beberapa jenis bunga, sehingga halaman sekolah lebih rapi,” papar Khomarul.

Pada tahun ajaran baru 2018/2019 mendatang, sekolah juga akan melakukan penanaman beberapa jenis pohon penghijauan. Bagi siswa baru kewajiban membawa bibit pohon dan bunga dilakukan untuk melatih siswa mencintai lingkungan sekolah.

Selain berguna untuk lingkungan sekolah penanaman di sekitar jalaman sekolah sekaligus membantu program penghijauan di wilayah kecamatan Penengahan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.