PenjualanTiket Bus AKAP di Lamsel Mulai Meningkat

Editor: Koko Triarko

310
LAMPUNG – Hingga pertengahan Ramadan ini, penjualan tiket Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Lampung Selatan mulai mengalami peningkatan.
John (50), salah satu pengelola agen tiket bus di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), menyebut meski belum signifikan, kenaikan dibanding hari biasa sudah terjadi. Sesuai data, ia menyebut penumpang yang membeli tiket biasanya hanya berkisar 40-60 orang pada hari biasa.
Namun, pada pertengahan Ramadan ini, jumlah pembelian tiket mencapai 100 orang lebih. Meningkatnya permintaan tiket didominasi oleh masyarakat yang akan pulang ke Pulau Jawa.
Beberapa Bus AKAP yang melayani rute ke sejumlah kota di Sumatera, Pulau Jawa, di antaranya Rosalia, Handoyo, Zentrum, Putra Remaja, Lorena, dan ALS.
Sihombing, pengemudi kendaraan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) asal Medan Sumatera Utara tujuan Malang Jawa Timur [Foto: Henk Widi]
John mengatakan, permintaan tiket Bus AKAP selalu dilakukan setengah bulan sebelum keberangkatan. Penumpang yang akan membeli tiket kebanyakan merupakan pekerja perantauan yang akan merayakan lebaran Idul Fitri di Pulau Jawa.
Pembelian tiket di antaranya dilakukan untuk keberangkatan sepekan sebelum lebaran, mengantisipasi kemacetan saat arus mudik. Sementara, ketentuan harga tiket dilakukan oleh perusahaan oto bus yang memiliki sejumlah perwakilan di setiap kota di Sumatera.
“Sebagian pembeli tiket merupakan warga yang merantau di Lampung, dan akan merayakan lebaran di Pulau Jawa, membeli tiket jauh hari agar kebagian kursi untuk mudik,” terang John, pemilik agen penjualan tiket Bus AKAP di Jalinsum KM 70, Penengahan, Lampung Selatan, Selasa (29/5/2018).
Menurutnya, ketentuan harga tiket menyesuaikan jenis kendaraan, di antaranya bus kelas nonAC, Patas AC, VIP, Executive dan Super Executive, dengan harga bervariasi. Perusahaan Otobus memiliki harga yang berbeda menyesuaikan fasilitas yang ditawarkan, kondisi armada sekaligus tujuan bus.
Tiket penumpang bus mengalami kenaikan sebesar Rp40.000 hingga Rp50.000. Beberapa Bus AKAP yang mengalami kenaikan harga tiket, di antaranya bus tujuan kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Tiket Bus Harapan Jaya tujuan Blitar Jawa Timur sebelumnya dijual Rp410.000, naik menjadi Rp450.000 per orang. Khusus untuk tiket kelas executive, bahkan dijual Rp650.000 dan untuk kelas executive dan Rp750.000 untuk kelas VIP.
Beberapa tiket dengan kota tujuan yang berbeda, sebagian dijual dengan sistem pemesanan langsung dan melalui telepon.
Sihombing (40), salah satu pengemudi Bus ALS, menyebut selama Ramadan telah terjadi kenaikan jumlah penumpang. Kendaraan perusahaan Otobus ALS asal Medan, Sumatera Utara, tersebut pada hari biasa hanya menyiapkan sekitar enam armada.
Namun saat angkutan lebaran, lebih dari 10 armada dikerahkan untuk melayani angkutan penumpang asal Sumatera Utara, Jambi, Pekanbaru, Sumatera Selatan dan Lampung.
“Penumpang dari kota awal keberangkatan Medan hingga Lampung, rata-rata dua hingga lima orang sampai di Lampung penuh,” terang Sihombing.
Kapasitas tempat duduk (seat) penumpang berjumlah 40, saat hari biasa rata-rata hanya terisi 30 penumpang, namun selama Ramadan dan jelang lebaran Idul Fitri, ia memastikan jumlah kursi 40 terisi penuh untuk rute Medan ke Malang Jawa Timur.
Harga tiket Bus ALS dari Medan ke Bandung dijual mulai Rp570.000, Medan ke Semarang dijual Rp490.000, Medan ke Malang seharga Rp695.000 per orang.
Ia menyebut, tiket Bus ALS dijual menyesuaikan jarak penumpang berasal dan kota tujuan. Meningkatnya permintaan akan perjalanan dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa, membuat sejumlah armada baru bahkan dikeluarkan, terutama mendekati arus liburan lebaran.
Sejumlah armada dilengkapi AC, toilet, televisi dan akses wifi gratis. Kenyamanan bagi penumpang menjadi prioritas, terutama dalam perjalanan mudik lebaran Idul Fitri.
Manulang (30), salah satu penumpang asal Medan, Sumatera Utara, mengaku sengaja ke Malang  Jawa Timur sebelum arus mudik. Pembelian tiket sebelum hari raya dan keberangkatan lebih awal menghindari kemacetan saat arus mudik lebaran.
Meski membeli tiket lebih mahal dari biasanya, ia mengaku akan melakukan perjalanan pulang ke Medan dua hari setelah lebaran.
Baca Juga
Lihat juga...