Perilaku Konsumtif Turut Sebabkan Kenaikan Harga

Editor: Koko Triarko

202
Kepala Deputi Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan NTB, Wahyu Ari Wibowo/ Foto: Turmuzi

MATARAM – Melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok setiap bulan Ramadan, tak hanya disebabkan kurangnya pasokan. Namun, juga perilaku masyarakat dalam berbelanja secara emosional.

“Jadi, lonjakan harga terjadi tidak semata karena ketersediaan pasokan sedikit atau terjadinya kejahatan penimbunan, tapi juga perilaku masyarakat yang kerap terlalu emosional dalam berbelanja”, kata Kepala Deputi Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan NTB, Wahyu Ari Wibowo, usai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah kabupaten kota di Mataram, Rabu (16/5/2018).

Perilaku emosional itu seperti membeli kebutuhan dalam jumlah besar-besaran seperti takut kehabisan, padahal stok persediaan masih banyak.

Ia mengatakan, selama Ramadan nanti BI bersama TPID akan menggandeng tokoh agama, termasuk Gubernur NTB untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, supaya bisa menahan diri dari perilaku konsumtif secara berlebihan.

“Imbauan tidak saja ditujukan kepada masyarakat konsumen, tapi juga para pedagang, agar pedagang tidak mengambil keuntungan secara berlebihan dan tidak wajar, boleh mengambil keuntungan, tapi wajar”, katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, mengaku senang dengan adanya kekompakan di antara tim TPID, mulai dari lintas Provinsi, kabupaten kota, termasuk lintas sektoral.

Tidak kalah penting adalah keberadaan Satgas Pangan dari Polda NTB untuk memastikan tidak adanya kejahatan penimbunan selama Ramadan, termasuk memastikan kelancaran lalu lintas distribusi logistik

“Karena kalau kerja sendiri tidak akan memberikan hasil efektif, koordinasi provinsi kabupaten kota, dinas perdagangan dengan dinas lain itu yang penting, bagaimana menggerakkan semua sumberdaya, mulai dari Satgas Pangan, SKPD, BI termasuk aparat hukum”, katanya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk