Perkumpulan Batak Muslim Edukasi Budaya Batak di TMII

Editor: Satmoko

491

JAKARTA – Komunitas Batak Muslim menggelar Pekan Budaya Batak Muslim bertajuk “Keindahan Budaya Batak Berbingkai Islam” di Anjungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Batak Muslim, Muhammad Husni Fazar Marpaung mengatakan, pekan budaya ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan dan budaya Batak Muslim kepada masyarakat.

“Kami ingin memperlihatkan budaya Batak itu sangat indah dibingkai ajaran Islam. Masyarakat Indonesia harus tahu ini,” ujar Ucok, demikian sapaannya, kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara di Anjungan Sumatera Utara TMII, Jakarta, Sabtu (12/5/2018).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Batak Muslim, Muhammad Husni Fazar. Foto : Sri Sugiarti

Menurutnya, seiring waktu kehidupan keseharian masyarakat Batak Muslim semakin dinamis dalam bingkai Islam dengan mengedepankan aturan Islam. Serta meninggalkan adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Padahal sebelumnya, tambah dia, Batak Muslim yang tersebar di Nusantara ini lebih membaur dengan masyarakat umum.

“Mungkin bisa dibilang malu ya, untuk mengungkapkan jati diri kita sebagai Batak Muslim. Karena orang mengira Batak itu identik dengan non-muslim. Alhamdulillah image itu sudah berubah pelan-pelan,” ungkap Ucok.

Dengan memunculkan jati diri sebagai Batak Muslim, menurutnya, akan lebih baik dan dikenal oleh masyarakat. Apalagi berkomitmen melestarikan seni budaya Batak dalam bingkai Islam.

Ucok pun berharap kegiatan pekan budaya ini menjadikan eksistensi Batak Muslim lebih dikenal lagi. Mengingat TMII adalah pusat pelestarian dan pengembangan budaya bangsa.

Diharapkan lagi lewat kegiatan ini, generasi milenial Batak Muslim khususnya, lebih mengenal budaya Batak. Juga dengan datang ke TMII, mereka akan mengenal ragam seni budaya berbagai daerah.

Hal ini, mengingat kata dia, mereka dilahirkan di tengah era tradisi kemajuan teknologi informasi. Sehingga generasi milenial memiliki karaktistik tersendiri dalam pengenalan budaya.

Maka edukasi kebudayaan dan nilai-nilai luhur bangsa harus terus disampaikan kepada mereka. Sehingga mereka tidak merasa asing dan terisolasi budaya luar yang kian marak.

“Lewat acara ini diharapkan generasi milenial Batak Muslim bisa mengenal budaya Batak dan turut melestarikan,” ujar Ucok.

Anggota perkumpulan Batak Muslim yang baru dibentuk pada Desember 2017 ini sudah tercatat 460 orang yang tersebar di Nusantara.

Adapun jumlah kepengurusan komunitas Batak Muslim adalah 45 orang. Ke depan di setiap daerah akan ada cabang kepengurusan yang tersusun rapi melalui musyawarah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.