Perpusdes Berkreasi Olah Produk Makanan untuk Beli Buku

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

226

LAMPUNG — Minimnya ketersediaan buku bacaan sebagai penunjang dan sarana belajar anak anak di desa Kunjir menjadi kendala perpustakaan desa (Perpusdes) Wahana Ilmu.

Peri Gunawan (28), penangungjawab Perpusdes Wahana Ilmu menyebut saat ini koleksi perpustakaan tersebut berjumlah sekitar 1.000 buku dengan belasan kategori. Padahal, kebutuhan ideal buku di perpustakaan harus bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut dengan jumlah kepala keluarga 244 keluarga.

“Ketersediaan buku kerap menjadi kendala. Pengurus dan fasilitator berusaha memenuhi kebutuhan melalui penjualan produk wirausaha bagian pengembangan perpusdes yang kami kelola,” terang Peri Gunawan saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (24/5/2018).

Perpusdes Wahana Ilmu diakui Peri Gunawan melalukan inovasi pemanfaatan potensi desa Kerinjing dalam bidang pertanian. Olahan produk pertanian berupa keripik pisang, singkong, keripik sukun, emping melinjo, peyek bayam dijual dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp20.000. Hasil penjualan selanjutnya dipergunakan untuk membeli buku.

“Buku yang dibeli sebagian merupakan buku baru serta buku layak baca yang bisa dipergunakan untuk bahan bacaan,” terangnya.

Selain dari hasil produk olahan pertanian, beberapa petani penanam jagung, mentimun benih juga ikut andil. Caranya melalui kebijakan imbal balik. Selama ini petani kerap meminjam buku buku pertanian untuk belajar cara budidaya pertanian yang tepat. Keuntungan dari proses panen sebagian oleh petani disumbangkan.

“Proses mendapatkan buku kita lakukan dengan sistem gotong royong dan terus berinovasi karena kita tak hanya mengandalkan bantuan,” terang Peri Gunawan.

Keprihatinan akan pendidikan dan minat baca anak anak di desa Kerinjing disebutnya terus diwujudkan dalam penambahan fasilitas belajar. Bantuan komputer diperoleh melalui program Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) tersebut berfungsi menjadi sarana pembelajaran anak anak pedesaan.

mengolah pisang
Pengurus perpustakaan desa mengolah pisang menjadi keripik yang hasilnya dipergunakan untuk operasional dan pembelian buku [Foto:Henk Widi]
Peri Gunawan memastikan komputer bantuan tersebut dipergunakan untuk pembelajaran anak anak, pembuatan desain kemasan produk, aplikasi Word, Microsoft, edit video yang melatih keahlian anak anak di pedesaan.

“Komputer tersebut juga menjadi sarana untuk memasukkan data base buku buku koleksi perpustakaan yang terus ditambah,” tambahnya.

Selain penambahan koleksi buku melalui pembelian bersumber dari hasil penjualan kreasi produk pertanian, Peri Gunawan juga memastikan kebutuhan rak buku terus ditambah. Selain dari kayu, penambahan dari etalase kaca juga dilakukan.

“Tambahan buku yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan anak anak di desa Kunjir bahkan dilakukan melalui upaya donasi,” tambahnya.

Donasi menggandeng warga desa Kerinjing yang ada di perantauan. Sejumlah warga yang bekerja dan merantau mulai memberikan dukungan menyisihkan hasil kerjanya untuk membeli buku. Selanjutnya diberikan kepada perpusdes Wahana Ilmu sebagai bentuk dukungan memajukan pendidikan anak pedesaan.

Baca Juga
Lihat juga...