Perpusdes, Pilihan Anak Habiskan Waktu Jelang Berbuka Puasa

Editor: Satmoko

229

LAMPUNG – Waktu jelang berbuka puasa kerap dipergunakan warga termasuk anak-anak Muslim untuk melakukan kegiatan ngabuburit.

Berbeda dengan di beberapa tempat lain jelang Maghrib dipergunakan untuk bermain anak-anak desa Kerinjing kecamatan Rajabasa Lampung Selatan memilih perpustakaan Wahana Ilmu untuk mengisi waktu ngabuburit.

Peri Gunawan selaku penanggungjawab perpustakaan desa (perpusdes) Wahana Ilmu mengaku perpustakaan sengaja dibuka saat sore.

Selama bulan ramadan ini, Peri Gunawan menyebut waktu buka perpustakaan dijadwalkan selama ramadan dari jam 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Waktu tersebut diakuinya menjadi kesempatan anak-anak di desa tersebut menghabiskan waktu selama bulan suci ramadan dengan kegiatan positif salah satunya membaca buku.

Beragam koleksi buku sudah disiapkan berikut tempat membaca buku yang nyaman agar anak-anak bisa memaksimalkan fungsi perpustakaan.

“Pengurus perpustakaan desa wahana ilmu desa Kerinjing memang sudah diberi jadwal untuk membuka perpustakaan ini agar anak anak dan warga bisa membaca buku dan menggunakan fasilitas komputer,” terang Peri Gunawan selaku penanggungjawab perpustakaan desa Wahana Ilmu desa Kerinjing saat ditemui Cendana News, Sabtu sore (19/5/2018).

Bangunan perpustakaan desa wahana ilmu desa Kerinjing kecamatan Rajabasa Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Perustakaan Wahana Ilmu yang merupakan salah satu perpustakaan desa dengan konsep perpustakaan seru (Perpuseru) diakui Peri Gunawan memiliki koleksi buku cukup beragam.

Buku tersebut kerap dimanfaatkan oleh anak-anak dan orang dewasa di desa tersebut untuk dipinjam dan dibaca di rumah masing-masing atau dibaca di perpustakaan desa. Khusus untuk bulan suci ramadan Peri Gunawan menyebut, buku keagamaan cukup diminati oleh anak-anak.

Selain buku keagamaan, beberapa kategori buku yang disiapkan di antaranya keterampilan dan kreasi kerajinan, kewirausahaan, pertanian dan budidaya, sastra dan bahasa, teknologi tepat guna, aneka olahan, kesehatan dan anak-anak.

Keberadaan perpustakaan desa yang dibuka saat sore menjelang berbuka puasa diakui Peri Gunawan menjadi alternatif anak-anak mengisi waktu luang dibandingkan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Bantuan komputer untuk perpustakaan desa dari perpustakaan seru CCFI dipergunakan untuk latihan komputer [Foto: Henk Widi]
“Selama ini anak-anak kerap hanya bermain petasan atau bermain di dekat jalan raya namun dengan perpustakaan desa yang dibuka anak bisa mengisi waktu dengan membaca buku,” papar Peri Gunawan.

Sebagian anak yang datang ke perpustakaan diakui Peri Gunawan merupakan anak dari jenjang PAUD hingga SMA. Berbagai jenis buku yang sudah ditempatkan khusus pada rak khusus sudah dikategorikan sesuai dengan tema yang ada.

Pengkategorian buku-buku tersebut selain memudahkan pembaca memilih sesuai dengan minat, memudahkan pengurus melakukan penataan buku yang dikembalikan pasca dipinjam.

Selain bisa membaca buku, saat menghabiskan waktu luang jelang berbuka anak-anak juga bisa berlatih komputer. Beberapa program komputer diantaranya Microsoft Power Point, editing video serta aplikasi-aplikasi lain bisa dipelajari dengan komputer yang sudah disediakan. Komputer bantuan dari Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dalam program Perpuseru untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak.

“Kita maksimalkan sarana yang ada untuk mendukung fasilitas belajar bagi anak terutama mengisi waktu luang jelang berbuka puasa selama bulan ramadan,” cetus Peri Gunawan.

Milda, salah satu siswa kelas VII yang mengunjungi Perpusdes Wahana Ilmu menyebut sengaja menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa. Ia menyebut setelah membantu sang ibu menyiapkan berbagai menu berbuka puasa ia datang bersama kawan kawannya untuk membaca buku.

Berbagai jenis buku yang disediakan di perpustakaan desa tersebut sebagian dibaca di perpusdes dan sebagian dipinjam untuk dibaca di rumah.

“Saat ini kami sedang libur jadi buku yang kami pinjam terutama buku novel serta bahan bacaan bisa dipergunakan mengisi waktu liburan,” beber Milda.

Milda menyebut dengan adanya perpustakaan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menunggu waktu berbuka puasa. Saat ini koleksi buku yang ada di perpustakaan desa Wahana Ilmu harus perlu ditambah agar bacaan yang bisa dibaca anak-anak di desa tersebut lebih beragam.

Selain bisa dipergunakan untuk sarana belajar dengan buku yang ada anak-anak yang diberi fasilitas komputer bisa belajar komputer seperti jadwal yang sudah ditentukan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.