Persoalkan Pengangkatan Perangkat, Warga Iligai Datangi PMD Sikka

Editor: Mahadeva WS

540

MAUMERE – Puluhan warga Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka bersama kepala desa-nya mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Mereka mempermasalahan agenda pengangkatan perangkat desa.

“Kehadiran kami di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk klarifikasi terkait dengan pengangkatan perangkat desa. Dimana dari tujuh orang yang diusulkan oleh pihak desa, ditolak camat Lela,” sebut kepala desa Iligai Egenius Edivin, Senin (21/5/2018).

Dikatakan Egenius, perangkat desa yang sudah terpilih melalui seleksi, diajukan pengangkatannya sejak 13 April 2018 lalu. Tetapi sampai sekarang, permasalahan tersebut belum juga terselesaikan. Agenda pelantikan perangkat desa setempat masih tertunda.

“Sesuai dengan undang-undang maka pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa merupakan kewenangan kepala desa. Ketiga orang yang lolos seleksi merupakan perangkat desa lama yang juga dipersoalkan masyarakat sehingga kami minta diganti,” ungkapnya.

Selasa (22/5/2018) menurut Egenius, warga akan melakukan klarifikasi dengan pihak kecamatan. Hal itu mempertimbangkan adanya batas waktu pencairan dana desa tahap pertama pada akhir Mei 2018 atau tinggal tersisa tujuh hari lagi. Sisa waktu yang ada menjadikan persoalan tersebut harus segera terselesaikan.

“Hak dan wewenang kepala desa seolah-olah diindahkan, Camat boleh saja memberikan rekomendasi tetapi harusnya melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan kepala desa,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sikka Robertus Ray – Foto Ebed de Rosary

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka Robertus Ray saat pertemuan bersama Kepala Desa Iligai, Camat Lela, masyarakat dan BPD Desa Iligai menegaskan, kewenangan mengangkat dan memberhentikan perangkat desa merupakan kewenangan kepala desa.

Tetapi agar kepala desa tidak sewenang-wenang dalam melakukan proses perekrutan, maka perlu ada kordinasi dengan camat terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa tersebut. “Kita lakukan ini supaya ada keseimbangan. Bila dilepas semua kewenangan itu dan kepala desa mempunyai kuasa maka masyarakat tidak diberi ruang untuk mengemukakan pendapat,” tuturnya.

Persoalan tersebut menurutnya, hanya persoalan teknis. Seharusnya, hasil ujian perangkat desa dipegang oleh kepala desa dan panitia. Setelah terekap barulah dikonsultasikan ke camat. “Tapi ini kan sudah kecolongan, setelah dikirim hasilnya ke camat baru dilihat ternyata orang yang nilainya tinggi dan terpilih tidak disetujui kepala desa. Ini yang keliru sebab harusnya ini dirangkum dulu di desa baru dikirim ke camat,” sebutnya.

Bagi dinas PMD Sikka, yang terpenting semangat pengangkatan perangkat desa harus betul-betul mendapatkan orang yang benar-benar mau bekerja dan membangun desanya. Diharapkan perangkat desa adalah orang yang memang mengerti tentang pemerintahan desa. “Kalau kondisinya seperti ini kepala desa masih belum puas atas rekomendasi camat dan tadi sudah kami usulkan agar yang sudah terpilih dilantik dahulu baru dilihat kinerja mereka sebab ini konsekuensinya lebih kecil,” jelasnya.

Salah satu pertimbangan yang diberikan adalah, siswa waktu yang ada untuk pencairan dana desa. Jika proses rekruitmen dilakukan dari awal, maka membutuhkan waktu lama, sementara pencairan dana desa tinggal mensisakan waktu tujuh hari.

Baca Juga
Lihat juga...