Pesisir Aceh Barat Strategis untuk Budi Daya Udang Vaname

225
Pertambakan, ilustrasi -Dok: CDN

MEULABOH – Kawasan pesisir pantai Aceh Barat, Provinsi Aceh, dinilai sangat strategis untuk pengembangan usaha budi daya udang vaname untuk mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir.

Teknikal Patner PT Central Proteina Prima (CPP) Medan, Suryotomo, mengatakan, selama ini ada persepsi masyarakat bahkan pemerintah untuk pengembangan udang vaname butuh modal besar, semua itu belum tentu benar.

“Modal memang perlu, tapi tidak besar. Mungkin kalau sampel yang dilihat Amiruddin ini bisa dibilang dia budi daya mega. Tapi, kalau masyarakat yang punya lahan terbatas juga bisa karena udang vaname ini sulit perawatan, mudah pemasaran,” sebutnya, Selasa (15/5/2018).

Hanya butuh kemauan dan keseriusan seorang warga atau petani untuk membangun tambak, sementara pihaknya siap selalu memberikan pendampingan sampai membantu dalam proses pemasaran, seperti yang telah dilakukan di beberapa daerah lain.

Udang vaname merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar Indonesia, kebutuhan pasar domestik dan luar negeri terhadap udang vaname lebih besar ketimbang jenis udang-udang lain yang hidup secara alam di laut.

Selain menguntungkan bagi petani tambak, budi daya udang vaname seperti yang dilakukan di Aceh Barat tersebut terbukti dapat menjaga lingkungan, karena pengelolaannya yang ramah lingkungan serta didukung oleh prasarana yang memadai.

“Apalagi, faktor pendukung seperti kualitas air masih bagus, terus laut lepas tidak ada sumbatan kotoran seperti teluk. Kemudian belum banyak orang main tambak vaname di Aceh Barat, sehingga sangat prospek untuk dikembangkan,” sebutnya.

Selain itu, proses pemasaran udang vaname cukup mudah dengan harga yang relatif sangat memihak kepada pemiliknya, apalagi jenis udang tersebut sudah teruji dan melewati proses penelitian ilmiah sebelum dibudidayakan.

Ia menyarankan, budi daya udang vaname yang sensitif harus memperhatikan biosecurity atau menjaga lokasi tambak tidak masuk agen penyakit, sehingga menekan terjadinya penyusutan di ambang batas maksimal hingga 15 persen.

“Penyusutan, pasti perkiraan dalam budi daya vaname SR-nya 85 persen, ada proteksi 15 persen mati. Meskipun kadang-kadang, matinya bisa berangsur selama budi daya hingga panen totalitas yang sudah diproyeksikan 15 persen,” jelasnya.

Suryotomo membandingkan, potensi prospek pengembangan budi daya udang vaname di Aceh Barat dengan kawasan lain lebih bagus di kawasan pesisir Aceh Barat, karena beberapa area lokasi terpantau pihaknya sangat didukung oleh lingkungan.

Dengan hasil produktivitas budi daya udang vaname yang digeluti petambak Aceh Barat itu, kiranya dapat memberikan motivasi dan semangat baru bagi masyarakat dan pemilik modal untuk berinvestasi di daerah setempat, dalam budi daya udang vaname.

“Kita hanya mendampingi pelaku usaha, bukan investor budi daya. Perbandingan di sana, prospeknya lebih besar di sini, makanya usaha ini dipelopori Amiruddin ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh Barat,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.