Petani di Lamsel Mulai Panen Cengkih Zanzibar dan Sikotok

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

552

LAMPUNG — Sejumlah petani di wilayah kabupaten Lampung Selatan mulai melakukan pemanenan komoditas rempah jenis Cengkih (Syzygium aromaticum) yang didominasi jenis Zanzibar dan Sikotok.

Salah seorang petani, Jafar (70) menyebutkan, kedua varietas memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing meski harga saat kering tidak begitu berbeda. Rata rata per pohon bisa dipanen hingga enam kali dengan masa panen beragam di setiap daerah.

“Lahan di kaki Gunung Rajabasa yang saya tanami cengkih varietas Zanzibar dan Sikotok sebagian sudah bisa dipanen,” terang Jafar.

Hal yang sama juga dialami petani di perbukitan Pematang Macan desa Kelawi kecamatan Bakauheni. Zulfikar (40) menyebutkan, 500 pohon cengkeh yang ditanam, 300 di antaranya varietas Zanzibar dan sisanya jenis Sikotok. Lokasi perbukitan yang menghadap ke laut Selat Sunda dinilai sangat cocok untuk penanaman komoditas tersebut.

Dijelaskan, Zanzibar dominan ditanam karena memiliki tipe pohon yang tinggi dan buah yang besar. Sebaliknya jenis Sikotok memiliki pohon yang pendek dan buah yang kecil. Kedua jenis cengkeh tersebut umumnya ditanam secara serempak di lahan yang sama dengan tujuan mendapatkan hasil maksimal.

“Meski berbeda jenis di wilayah tersebut harga kedua jenis cengkih berkisar antara Rp80.000 hingga Rp120.000 dalam kondisi kering sempurna,” sebutnya kepada Cendana News, Senin (21/5/2018).

Memasuki bulan Mei ini, Zulfikar mulai memanen sekitar 200 kilogram dan memasuki tahap pengeringan. Proses memperoleh hasil maksimal harus melalui beberapa tahap yakni sortasi basah, pemeraman, pengeringan, sortasi kering dan penyimpanan.

“Sortasi atau pemilahan dilakukan untuk memisahkan antara tangkai dan bunga agar menghasilkan mutu yang bagus,” tambahnya.

cengkih
Maimunah memungut cengkeh matang yang rontok di bawah pohon dikenal dengan Udokan bisa dikumpulkan sekitar 20 kilogram dari sejumlah pohon [Foto: Henk Widi]
Zulfikar menyebut pada awal masa panen bulan ini harga masih bertahan pada level Rp80.000 per kilogram. Harga bisa naik setelah lebaran karena harga cengkih kerap terpengaruh permintaan. Beruntung cengkih kering bisa disimpan maksimal 10 bulan dengan karung goni.

“Cengkih kering disimpan untuk dijual pada saat harga maksimal bahkan bisa mencapai Rp150.000 perkilogram,” tambahnya.

Maimunah(55), warga dusun Pematang Macan menyebutkan, harga cengkeh yang cukup baik berkisar Rp80.000 dibandingkan komoditas kakao dengan maksimal harga Rp30.000 disebutnya cukup menguntungkan. Terlebih panen mendekati lebaran dengan kebutuhan yang akan semakin meningkat.

Pada kondisi panas sempurna dengan pengeringan selama empat hari cengkeh kering bisa dijual ke pengepul. Pemilik 700 lebih batang cengkeh jenis Zanzibar dan Sikotok tersebut mengaku tahun sebelumnya bisa memanen sekitar 10 ton cengkeh basah.

Baca Juga
Lihat juga...