Petani Kopi Solok Sambut Baik Izin Kelola Hutan Nagari

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

201

SOLOK — Petani yang ada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat menyambut baik izin mengelola hutan nagari yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Mereka memanfaatkan lahan tersebut untuk pengembangan tanaman kopi.

Alfadriansyah, seorang pengusaha penjual kopi di Solok mengatakan, saat ini lahan yang ada di Kabupaten Solok terbilang sedikit. Padahal pangsa pasar cukup bagus. Hasil perkebunan daerah setemapat yang memiliki rasa kopi arabika juga diincar oleh penikmat luar negeri.

“Kopi kita di Solok ini merupakan yang terbaik di Pulau Sumatera. Tapi persoalannya hanyalah soal lahan yang ada terbilang cukup sedikit,” sebutnya, Senin (14/5/2018).

Lahan yang ada di Kabupaten Solok pun juga tidak khusus ditanami kopi. Sebagian besar masih berupa tanaman penyisih isi kebun. Seperti untuk kebun jengkol, petai, dan yang lainnya.

“Kalau soal lahan memang tidak luas, tapi kalau dihitung ada sekira ribuan batang. Ada sekira 6 ton lebih produksi kopi di Solok,” jelasnya.

Melihat kondisi demikian, sejumlah petani yang mengelolah hasil produksi kopi petani setempat, diajukanlah permohonan untuk mengelolah hutan nagari yang ada di Kabupaten Solok.

Kenginginan masyarakat terjawab setelah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Pihak kementerian mengeluarkan surat izin bagi masyarakat untuk mengelolah hutan nagari yang ada di daerah tersebut.

Alfadriansyah
Alfadriansyah pengusaha kopi di Solok. Foto: M. Noli Hendra

Alasan masyarakat setempat bersikeras untuk memiliki lahan kopi, karena saat ini harganya berada di angka tertinggi. Seperti untuk ekspor ke sejumlah negara yakni salah satunya Amerika Serikat, harga yang dijual mampu mencapai 9,5 USD per kilogram.

“Akhir-akhir ini sangat bagus, yakni berada di harga 9,5 USD atau setara di atas Rp130 ribu lebih per kilogramnya. Harga bagus, tapi yang dijual itu hanya sedikit,” katanya.

Ia berharap dengan adanya lahan yang tersedia itu, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dapat menyediakan bantuan bibit, agar lahan hutan nagari yang telah dapat izin pengelolaannya bisa ditanami.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat Candra mengatakan pihaknya telah menyediakan bibit setiap tahunnya dengan jumlah mencapai puluhan ribu.

“Kita sangat mendukung adanya pengembangannya di Sumbar ini termasuk itu di Kabupaten Solok. Karena saat ini memang lahan terus berkurang dari tahun ke tahun, dan petani lebih memilih beralih tanam jenis tanaman lainnya,” ujarnya.

Bahkan ia menyebutkan, saat ini hasil produksi di Sumbar yang terdata sebanyak 25 ribu ton pertahun. Jumlah tersebut masih merupakan hasil petani kopi yang terdata oleh dinasnya.

Ia menyebutkan, dari sekian banyak yang terdaftar tersebut yang paling diminati kopi arabica di pasaran internasional. Namun, selain itu juga memiliki kopi robusta. Karena, dari segi rasa, arabica memiliki banyak variasi rasa. Rasa dari kopi tersebut dapat lembut, manis, tajam, dan juga kuat.

Dapat diketahui bahwa sebelum disangrai, aroma amat mirip dengan blueberry. Akan tetapi, setelah disangrai, akan memiliki aroma buah-buahan manis. Tentu saja secara umum, orang cenderung menyukai aroma kopi arabika bila dibandingkan dengan Robusta.

Baca Juga
Target Luas Lahan Kedelai di Sumbar Tak Tercapai PADANG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Barat, di 2017 lalu, menetapkan target lahan perkebunan kedelai di daerah tersebut 1...
Petani Pesisir Selatan Khawatir Kelangkaan Pupuk B... PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), mener...
Kabupaten Agam Dibantu 10 Ribu Bibit Kelapa LUBUKBASUNG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberi bantuan 10 ribu bibit kelapa varietas unggul kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Bibit tersebut...
DPRD Sumbar: Harga Pupuk Tinggi Beratkan Petani PADANG --- Anggota DPRD Sumatera Barat, Taufik Hidayat, menilai perhatian pemerintah itu terhadap petani masih kurang sehingga profesi ini akan semaki...
Pemprov Sumbar Dorong Petani Berinovasi SOLOK - Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, para petani perlu melakukan inovasi yang dapat memberikan dan meningkatkan kesejahteraan p...
Antisipasi Kelangkaan, Distribusi Pupuk Bersubsidi... PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), memperketat pengawasan penyaluran pup...
Pencapaian Target Produksi Padi di Sumbar Sudah 80... PADANG --- Hingga pertengahan 2018, Produksi tanaman padi jagung dan kedelai (pajale) di Sumatera Barat tercatat sudah mencapai 80 persen dari yang di...