Petani Semangka di Lombok Mulai Panen

Editor: Mahadeva WS

357

LOMBOK – Petani semangka di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama petani yang berada di bagian selatan di sekitar Bandara Lombok Internasional Airpot (LIA) mulai memanen semangka.

Petani yang sudah mulai memanen, adalah mereka yang menanam lebih awal dibandingkan petani lainnya. Mereka mulai menanam semangka usai panen padi di musim penghujan lalu. Hal itu dilakukan dengan harapan bisa memanen semangka saat bulan puasa Ramadhan tiba.

Tohriadi, petani semangka kabupaten Lombok Tengah saat panen/foto : turmuzi

“Usai panen padi beberapa bulan lalu, langsung nanam, makanya bisa lebih cepat panen dari petani lain dan bisa dijual saat puasa ramadhan, dengan harapan bisa mendapatkan banyak keuntungan” kata petani warga Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah Tohridi, Senin (21/5/2018).

Menurutnya, berjualan semangka saat bulan puasa lebih menguntungkan. Banyak warga yang mencari semangka sebagai menu berbuka puasa. Dan saat ini karena masih belum banyak petani yang panen, maka keuntungan yang diperoleh diharapkan bisa lebih banyak.

Selain harga buah semangka yang masih mahal, banyak warga yang mencari sehingga semangka menjadi laris. “Tidak heran banyak petani maupun penjual semangka eceran banyak dapat untung selama puasa Ramadhan,” katanya.

Penjual Semangka di pinggiran jalan lingkar selatan LIA Dewik menyebut, dari sekian banyak jenis buah semangka, semangka hibrida dengan isi warna kuning paling dicari warga untuk berbuka “Semangka kuning banyak dicari, karena rasanya lebih manis dibandingkan semangka biasa,” ungkapnya.

Dewi menjual semangka dengan melihat ukuran buahnya. Untuk semangka isi warna kuning dengan ukuran sedang, dijual Rp10.000 hingga Rp15.000 perbuah. Sementara semangka kuning dengan ukuran besar dijual Rp20.000 sampai Rp25.000 ribu perbiji.

Baca Juga
Lihat juga...