Peternak Ayam Petelur di NTB Banjir Order

Editor: Koko Triarko

689

LOMBOK – Bulan Ramadan tidak saja memberikan berkah tersendiri bagi pedagang kaki lima yang menjual aneka jajanan, minuman dan sayuran cepat saji, namun juga bagi peternak ayam petelur di Pulai Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Robi, peternak ayam petelur di Desa Gunung Malang, Kecamatan Peringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, mengaku kebanjiran pesanan telur ayam ras, baik dari pengepul maupun masyarakat sekitar yang datang langsung membeli.

“Banyak pesanan selama Ramadan, baik dari pengepul yang hendak menjual di pasar tradisional maupun warga sekitar yang memang datang langsung membeli”, kata Robi, Selasa (22/5/2018).

Kebutuhan telur selama Ramadan, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan adonan jajanan seperti kue, menyebabkan permintaan telur ayam, meningkat.

Meski demikian, permintaan telur walaupun di luar bulan puasa memang tetap banyak, karena telur hampir menjadi kebutuhan sehari-hari untuk lauk maupun kebutuhan pembuatan jajanan.

“Kalau telur ayam pada dasarnya tetap banyak dicari dan dibeli warga, mau puasa atau tidak, hanya mungkin sekarang karena momentum bulan puasa, tingkat konsumsi lebih tinggi dari biasa”, katanya.

Robi mengaku, untuk pemasaran telur tidak terlalu sulit dan tidak harus mengantar jauh ke pasar, karena permintaan dari warga sekitar juga banyak.

Robi mengatakan,, jumlah ternak ayam petelurnya sampai saat ini mencapai lebih dari 3.000 ekor, dan ada rencana untuk melakukan penambahan.

Sebelumnya, guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat termasuk kebutuhan hotel, restoran dan rumah makan selama Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat mendatangkan telur dari distributor luar NTB.

Kebijakan tersebut diambil, mengingat tingkat konsumsi telur ayam selama Ramadan mengalami peningkatan dari hari biasa. Untuk memenuhi kecukupan tersebut, DKP berencana mendatangkan telur dari distributor luar sebanyak 2.000 ton.

Baca Juga
Lihat juga...