PKL Dikhawatirkan Sebabkan Fly Over Kelok Sembilan, Retak

Editor: Koko Triarko

627
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima di kawasan fly over (jembatan layang) Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, untuk mengantisipasi kerusakan fly over, akibat banyaknya kendaraan yang berhenti di atas fly over tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, Pemprov Sumbar telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Limapuluh Kota untuk rencana merelokasi pedagang kaki lima tersebut, ke bawah jabatan. Tetapi, Pemkab Limapuluh Kota menolak untuk merelokasi pedagang yang ada tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. –Foto: M Noli Hendra
“Kita khawatir, jika lama-lama dibiarkan kendaraan berhenti di atas fly over, bisa-bisa fly over rusak atau mengalami keretakan. Akibat dari adanya pedagang di atas jembatan yang menjadi alasan utama kendaraan seperti mobil atau pun truk berhenti di atas jembatan,” katanya, Senin (28/5/2018).
Ia mengaku, jika memandang di atas sembari duduk meminum segelas kopi di atas jembatan Kelok Sembilan, sebuah hal yang sangat menakjubkan. Namun, kurang tepat jika menikmati pemandangan itu harus membuat usia ketahanan jembatan menjadi ancaman.
Mengingat adanya penolakan dari Pemkab Limapuluh Kota, Nasrul mengatakan dalam waktu dekat tim akan turun bersama pihak kepolisian untuk rencana pemasangan CCTV di sejumlah titik jembatan Kelok Sembilan. CCTV dipasang,  guna menertibkan pengendara yang dengan sengaja berhenti di atas jembatan.
“CCTV itu akan dipasang oleh pihak kepolisian. Bila ada pengendara yang berhenti di tempat yang ada rambu-rambu lalu lintas di larang berhenti, maka langsung ditertibkan oleh petugas kepolisian yang ada di Kelok Sembilan itu,” ujarnya.
Lokasi yang paling dilarang untuk berhenti di atas jembatan Kelok Sembilan ialah posisi di saat ada leter S. Jalan dalam kondisi leter S sangat berisiko terjadi kecelakaan, bila ada kendaraan yang berhenti di posisi tersebut.
Nasrul mengaku, mengingat akan terjadi frekuensi arus lalu lintas di Kelok Sembilan tersebut pada saat mudik lebaran maupun di saat lebaran, Pemprov Sumbar akan berupaya merelokasi sementara pedagang kaki lima tersebut ke bawah jembatan.
Relokasi sementara merupakan upaya sebelum ada kesepakatan dengan Pemkab Limapuluh Kota, untuk benar-benar merelokasi permanen yang akan dilakukan pada 2019.
Nasrul menegaskan, perlu ada kesepakatan untuk hal tersebut, karena Kelok Sembilan seakan telah menjadi wisata baru bagi Kabupaten Limapuluh Kota.
“Jadi, saya mengimbau kepada pengendara dari Pekanbaru – Payakumbuh maupun sebaliknya, supaya  tidak memberhentikan kendaraannya di atas jembatan. Karena sudah ada CCTV yang akan ditertibkan oleh pihak kepolisian,” ucapnya.
Sebelumnya, Nasrul berencana akan membangun menara di kawasan Kelok Sembilan, sebagai tempat untuk memandang keindahan alam yang ada di Kelok Sembilan. Selain itu, dengan adanya menara, akan mampu mengalihkan perhatian pengendara dan tidak akan memberhentikan kendaraan di atas jembatan.
Baca Juga
Lihat juga...