Poktan Penengahan Kembali Mendapatkan Bantuan Benih Kedelai

Editor: Mahadeva WS

250

LAMPUNG – Jelang musim tanam gadu, Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Penengahan kembali menerima bantuan benih kedelai dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale).

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPTD Penyuluh Pertanian Lapangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHBun) Lampung Selatan Maryono menyebut, pembagian benih dialokasikan bagi puluhan kelompok tani di wilayah Kecamatan Penengahan.

Pola tanam tumpangsari diterapkan oleh petani kecamatan Penengahan dengan menanam jagung dan kedelai [Foto: Henk Widi]
Sebelumnya, di Desember 2017 sejumlah Poktan mendapatkan benih kedelai untuk ditanam pada lahan dengan sistem tumpangsari dan sebagian di sistem tanaman monokultur. Tercatat, sebagian petani sudah memperoleh hasil dari bantuan tersebut. Kedelai hasil panen sudah dipergunakan untuk membuat tempe dan tahu.

Pada musim tanam gadu, di April hingga hingga Agustus, bantuan bibit kedelai diberikan kepada poktan agar bisa dimanfaatkan untuk lahan yang sebelumnya ditanami padi. “Pemanfaatan lahan sawah untuk menanam padi pada musim tanam gadu sesuai dengan program upsus Pajale sehingga lahan bisa dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pasokan air untuk penanaman padi sawah,” terang Maryono saat ditemui Cendana News, Senin (14/5/2018).

PPL tiga desa di kecamatan Penengahan tersebut mengatakan, 30 Poktan di wilayahnya mendapatkan alokasi bantuan 200 kilogram perekelompok untuk lahan seluas 10 hektar. Setiap kelompok yang beranggotakan 20 petani, selain mendapat bantuan benih juga mendapat bantuan pupuk cair serta perangsang pertumbuhan akar benih.

Pupuk cair yang diberikan masing-masing satu botol dengan isi dua  liter dan satu sachet perangsang pertumbuhan akar. Mengacu pada bantuan tahap pertama, di wilayah Kecamatan Penengahan, penanaman kedelai dilakukan pada lahan seluas 1.325 hektar dan tersebar di sebanyak 22 desa.

Khusus di Desa Kelaten beberapa kelompok tani yang memperoleh bantuan bibit kedelai diantaranya Poktan Harapan Tani, Poktan Sejahtera, Poktan Bina Warga,  Poktan Loka Boga,Poktan Suka Karya II, Poktan Bina Karya I, Poktan Tunas Makmur 3. Sesuai target, setiap hektar lahan tanaman kedelai dengan benih 20 kilogram bisa menghasilkan 1.200 kilogram kedelai. Meski demikian dari pengalaman penanaman tahap pertama, sebagian petani hanya mendapatkan hasil sekira 800 kilogram.

Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, penanganan pengolahan lahan, perawatan tanaman kedelai yang belum maksimal. Pada pemanfaatan masa tanam gadu tahun diharapkan, petani bisa memperoleh hasil seperti target yang dihasilkan. “Petani mulai belajar cara mengelola lahan diantaranya penggunaan pupuk organik dan juga pupuk cair yang ditambah dosisnya agar hasil bisa maksimal,” papar Maryono.

Maryono,Penyuluh Pertanian Lapangan UPTD Penyuluh Pertanian Lapangan Dinas Pertanian,Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Maryono menyebut, pemilihan bibit bersertifikat menjadi upaya suksesnya upsus Pajale. Bibit bersertifikat dengan nomor induk KdlQA.RJ/3.406/192.0292.3118 tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian. Benih telah diuji oleh UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur.

Ketua Poktan Harapan Tani Mardi menyebut, bantuan benih kedelai varietas Anjasmoro yang diterima akan ditanam pada masa tanam gadu. Sebelumnya setelah masa tanam rendeng, petani sebagian tidak memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam.

Namun semenjak mendapatkan bantuan benih kedelai anggota Poktan bisa menanami lahan dengan tanaman bahan baku kedelai dan tahu tersebut. Kebutuhan air yang minim membuat penanaman kedelai cocok ditanam selama musim gadu di wilayah kecamatan Penengahan.

Pada masa tanam pertama, lahan satu hektar memperoleh hasil sebanyak 800 kilogram dengan benih 20 kilogram. Pola pengolahan lahan yang sebelumnya hanya dicangkul untuk dipergunakan sebagai media tanam, pada masa tanam gadu harus dibajak.

Selain itu penggunaan pupuk yang masih terbatas membuat hasil panen kedelai tidak maksimal. Pada musim tanam kali ini, direncanakan akan mempergunakan pupuk kandang yang ditaburkan pada lahan dan penggunaan dolomit. “Masa tanam gadu ini kami akan lakukan penanaman lebih intensif agar hasilnya maksimal untuk mendukung upsus Pajale,” beber Mardi.

Pemanfaatan lahan untuk penanaman kedelai di masa tanam gadu disebutnya cocok untuk dilakukan di wilayah Penengahan. Selain lahan yang sebagian tidak teraliri aliran irigasi permanen, sebagian petani sengaja melakukan penanaman kedelai sistem tumpangsari bersama tanaman jagung.

Baca Juga
Peroleh Keuntungan Berlipat, Petani Gunakan Sistem... LAMPUNG - Keberadaan hamparan sawah di kaki Gunung Rajabasa Lampung Selatan dimanfaatkan sejumlah petani untuk menanam padi sawah. Sunanti (42) sa...
Kebutuhan Sayur Organik di Masyarakat Tinggi LAMPUNG – Kebutuhan tinggi di masyarakat, membuat budi daya sayur segar terus dikembangkan petani di Lampung Selatan. Salah satunya, sentra budi daya ...
Akar Wangi, Tanaman Kaya Manfaat LAMPUNG - Sejumlah warga di wilayah Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, dan Desa Totoharjo di Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, mulai memanfa...
Ormas di Mesuji Gelar Aksi HTN MESUJI - Persatuan Petani Moromoro Way Serdang (PPMWS)-Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Ranting Moromoro, melakukan aksi peringatan Hari Tani Na...
Mulai Turun Hujan, Petani di Lampung Sumringah LAMPUNG – Wilayah Lampung mulai dilanda hujan, dengan intensitas sedang hingga lebat, dalam tiga hari terakhir. Kondisi tersebut menguntungkan petani ...
Petani Lamsel Beralih Tanam Sayur Akibat Irigasi M... LAMPUNG – Akibat musim kemarau yang menyebabkan saluran irigasi permanen dari Sungai Way Jejur di Dusun Buring, Sukabaru, Penengahan Lampung Selatan, ...
Supaya Tetap Panen, Petani Keluarkan Biaya Ekstra ... LAMPUNG - Sejumlah petani padi di wilayah Kecamatan Sragi, Penengahan, Ketapang Kabupaten Lampung Selatan, masih terdampak kemarau memasuki masa tanam...