Polda Kaltim: Belum Ada Perintah Siaga Satu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

206

BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan di sejumlah titik. Hal tersebut dilakukan dalam menyikapi serangan teror yang terjadi di Kota Surabaya.

Kapolda menegaskan seluruh jajaran diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan termasuk yang menjadi sasaran target teroris.

“Di gereja setiap minggu selalu dilakukan pengamanan kemudian setelah kejadian di Surabaya kita pertebal dengan satuan Brimob. Kita sudah perintahkan semua jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” ungkapnya kepada media, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, hingga kini untuk Kaltim masih melakukan peningkatan pengamanan dan stastusnya belum ada perintah siaga satu.

“Saat ini belum ada perintah siaga tapi tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” bilang Priyo.

Selain meningkatkan pengamanan, pihaknya juga melakukan pemantauan bagi mantan napi teroris.

“Kita pantau tentunya eks napi teroris ada beberapa yang di wilayah Kaltim dan kita bersyukur mereka sudah bisa berbaur bahkan sudah mendukung upaya-upaya kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menjelaskan, pengamanan untuk kota Balikpapan telah dilakukan pihak kepolisian dan stakeholder lainnya. Bahkan pihaknya juga mengimbau warga agar memberitahukan kepada pihak RT atau kelurahan, apabila ditemukan warga yang belum dikenal dan belum lapor.

“Upaya kerja sama dengan RT dan kelurahan telah dilakukan. Dari pendataan penduduk rumah, bahkan kos-kosan atau rumah kontrakan,” terangnya.

Rahmad menyebutkan saat ini belum ada siaga namun semua pihak untuk waspada dengan memperhatikan situasi di masing-masing lingkungan.

“Kita minta teman-teman jaga suasana kondusif kota Balikpapan kalau ada yang mencurigakan laporkan ke pihak berwenang dari lurah, RT untuk bisa ditindaklanjuti,” tandasnya.

Ia juga prihatin yang terjadi di Surabaya dan hal itu diserahkan langsung yang berwenang.

“Biar penyidik yang mengungkapkan ini,” tambah Rahmad.

Selain itu, pihaknya imbau kepada warga dan ASN untuk tidak memposting atau men-share video-video teror di dalam grup media sosial.

“Kita imbau jangan posting dan share gambar atau video yang telah terjadi. Media juga jangan menampilkan gambar korban,” imbaunya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.