Polda Kaltim Selidiki Penyebab Tingginya Harga Daging Ayam Ras

Editor: Koko Triarko

209

BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menelusuri penyebab melonjaknya harga daging ayam ras di Kota Balikpapan, yang terjadi sejak dua pekan ini.

Pasalnya, harga daging ayam ras saat ini mencapai Rp45-50 ribu per ekor dengan ukuran kecil, sedangkan ukuran besar mencapai Rp55 ribu per ekor. Padahal, sebelumnya untuk ukuran kecil hanya mencapai Rp38-40 ribu dan ukuran besar hanya berkisar Rp45 ribu per ekor.

“Kita bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah mengecek ke seluruh kandang ayam milik peternak di Balikpapan. Memang terlihat terjadi kekosongan,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim, Kombes Pol. Yustan Alpiani, saat ditemui Selasa (22/5/2018).

Direskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol. Yustan Alpiani. –Foto: Ferry Cahyanti

Kenaikan harga daging ayam ras tersebut juga dipicu oleh meningkatnya permintaan daging selama Ramadan dan menjelang lebaran, selain karena kekosongan stok.

“Dengan adanya kekosongan juga adanya permintaan daging ayam ras meningkat, sehingga menambah kenaikan harga daging ayam ras. Didukung beberapa faktor lainnya,” terang polisi dengan melati tiga di pundaknya.

Ia berencana mengundang beberapa pemasok dan stakeholders lainnya untuk menindaklanjuti lebih jauh terkait kenaikan harga daging ayam ras tersebut.

“Sekarang lagi telusuri, rencana akan mengundang pemasok dan lainnya dan kita ingin koordinasikan dengan baik, karena kasihan masyarakat harga daging yang tinggi. Kita pantau terus ini, kita kawal,” tegas Yustan Alpiani.

Menurutnya, penelusuran ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga daging ayam ras. “Kita telusuri kenapa sampai tinggi, apakah karena ayamnya sudah jarang atau memang ada distribusi panjang, nah ini masih kita teliti,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, mengaku kenaikan harga daging ayam ras itu disebabkan kematian ayam sekitar 10 persen akibat terserang penyakit Inclusion Body Hepatitis (IBH).

“Kenaikan selain karena terserang penyakit juga pakan ternak yang naik, karena naiknya nilai dolar terhadap rupiah,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...