Polda NTB Musnahkan Belasan Ribu Barang Bukti Miras

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

300

MATARAM — Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat memusnahkan belasan ribu barang bukti (BB) minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat Gagarin 2018.

“Pemusnahan BB Miras dilakukan Polda NTB sebagai upaya menciptakan Kamtibmas jelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan,” kata Kapolda NTB, Brigjen. Achmad Juri di acara pemusnahan BB di lapangan umum Polda NTB, Rabu (16/5/2018).

Adapun BB Miras yang dimusnahkan antara lain terdiri dari 130 botol whiskey, 3.535 botol bir, 4.168 botol tuak, 5.672 botol berem, 320 botol arak dan 12 botol oplosan.

Achmad mengaku, miras selama ini memang menjadi persoalan tahunan yang belum sepenuhnya bisa tertangani dan selalu terulang, karena itulah dalam proses penanganannya harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Ini memang sudah proses menahun, karena itulah, dalam melakukan proses pemberantasan harus konsisten melakukan pemberantasan menjaga kesehatan dan jiwa masyarakat, karena dampak negatif miras sangat buruk bagi penikmat dari cepat marah, kekerasan dan KDART,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. Saiful Muslim mengaku prihatin dengan masih maraknya pekat seperti miras di tengah masyarakat, padahal berbagai upaya pemberantasan dan pencegahan telah dilakukan, tapi dalam kenyataannya tidak cukup ampuh.

MUI berharap kepolisian NTB diharapkan bisa lebih serius bersama menghadapinya, harus serentak menyelesaikan penyakit masyarakat.

“NTB saat ini kan sedang gencarnya mengembangkan wisata Syariah, kalau pekat seperti miras masih marak, tentu akan mempengaruhi citra sebagai pusat wisata Syariah,” sebutnya.

Meski memang harus diakui masyarakat NTB juga terdiri dari berbagai agama, tapi harus disesuaikan dan masyarakat juga bisa saling menjaga toleransi, apalagi jelang memasuki puasa Ramadhan.

Kepada masyarakat yang tidak melaksanakan ibadah puasa, biasa menghargai masyarakat muslim yang berpuasa dengan baik tidak terganggu oleh hal-hal yang di luar ketentuan agama, sehingga bisa mengganggu kehusukan beribadah.

Baca Juga
Lihat juga...