banner lebaran

Polda NTB Perketat Pengamanan Tempat Ibadah dan Pusat Keramaian

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

213

MATARAM — Antisipasi kejadian teror bom Surabaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya tempat ibadah dan pusat keramaian, Polda NTB memperketat pengamanan dan melakukan patroli.

“Untuk pengamanan di Polda NTB, menjaga situasi kondisi, telah dikerahkan personel dari shabara dan didukung Brimob satu regu untuk penjagaan tempat ibadah, khususnya gereja-gereja yang ada di Kota Mataram, termasuk pusat keramaian,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana dihubungi via telepon, Senin (14/5/2018).

Selain tempat ibadah dan pusat keramaian, pengamanan juga diperketat di pintu masuk Polda NTB termasuk seluruh Polres kabupaten kota.

Komang mengatakan, pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara juga tidak luput dari pengamanan, dengan melibatkan aparat TNI dan Polri.

“Untuk tempat wisata peningkatan patroli dilakukan oleh shabara Polres setempat, sedangkan hotel-hotel tetap diamankan satpam, tapi kalau ada permintaan akan kita bantu,” katanya.

Kepada masyarakat, Komang mengimbau supaya tidak usah takut menghadapi teror, dan bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“TNI Polri bersatu untuk menjaga keamanan daripada masyarakat, jadi kita harus berani melawan terorisme,” sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zainul Majdi mengutuk aksi pemboman yang dilakukan teroris pada tiga gereja di Surabaya, yang mengakibatkan korban jiwa umat kristiani yang melaksanakan ibadah.

Menurutnya tindakan tersebut merupakan sebuah kejahatan yang tidak bisa dibenarkan oleh agama manapun, apalagi Islam. Peristiwa pemboman itu merupakan lonceng peringatan bagi kita, bahwa tindakan tersebut harus segera dihentikan dan cegah sedini mungkin.

“Tindakan ini tidak hanya menyakiti keluarga korban atau umat kristiani. Tetapi juga menyakiti umat Islam, termasuk merusak citra Indonesia di mata dunia,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.