Polisi Belum Tetapkan Tersangka Perusakan dan Pengusiran JAI Lombok

Editor: Mahadeva WS

318
Kapolres Lombok Timur Eka Fathurrahma/foto : Turmuzi

MATARAM – Polres Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai saat ini belum menetapkan satu orang-pun tersangka dalam kasus penyerangan, perusakan dan pengusiran Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kabupaten Lombok Timur.

“Sampai sejauh ini kita belum menetapkan tersangka dalam kasus perusakan dan pengusiran Jamaah Ahmadiyah dan masih melakukan proses periksaan,” kata Kapolres Lombok Timur AKBP Eka Fathurrahma usai menghadiri acara safari Ramadan dan buka puasa bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di lapangan Korem 162 Wira Bhakti Mataram, Rabu (30/5/2018).

Untuk menetapkan tersangka, menurutnya, polisi harus berhati-hati. Jangan sampai kebijakan tersebut kemudiaan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Dalam penyelesaian kasus JAI, selain menangani masalah pidana yang terjadi, polisi juga berupaya mencari solusi damai.

Rabu (30/5/2018), Polres Lombok Timur menerima tim Komisi Kepolisan Nasional (Kompolnas) untuk mengecek langkah-langkah penanganan konflik khususnya masalah Ahmadiyah. “Bersama Pjs Bupati serta jajaran forkopinda Kodim dan Kajari langsung melakukan dialog dan mengunjungi lokasi para pengungsi termasuk dengan warga,” tandasnya.

Warga sampai saat ini tidak lagi mau menerima warga JAI yang telah diusir dan dirusak tempat tinggalnya. Namun ada juga yang masih bisa kembali ke masyarakat.  Terkait pengamanan rumah warga JAI, masih terus dilakukan dengan menempatkan personil Polisi Pamong Praja, sementara Polri hanya memantau. “JAI dari perwakilan Mataram juga setiap hari mengontrol, mereka juga mengapresiasi kepolisian yang melakukan penanganan dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi meminta, masyarakat Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kabupaten Lombok Timur bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi dalam menyikapi perbedaan. Permintaan disampaikan saat mengunjungi mengunjungi JAI di Polres Lombok Timur dan berdialog dengan warga setempat.

Menyikapi kasus perusakan permukiman dan pengusiran JAI Desa Greneng Kabupaten Lombok Timur oleh masyarakat setempat, Majdi mengungkapkan rasar prihatinya. Terlebih kejadian perusakan delapan rumah dari tujuh Kepala Keluarga Ahmadiyah tersebut terjadi di bulan Ramadan.

Baca Juga
Lihat juga...