Polisi Pasang Rambu di Longsor Jalinsum Bakauheni

Editor: Mahadeva WS

343

LAMPUNG – Satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan melalui unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) merespon longsornya Jalinsum KM 07 Bakauheni. Polisi memasang traffic cone, water barrier dan garis polisi pada Senin (28/5/2018) malam.

Kasatlantas Polres Lamsel AKP Reza Khomaini didampingi Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lampung Selatan Iptu Yani Devi Yanti menyebut, longsor disebabkan faktor alam hujan dan sistem drainase yang buruk. Kerusakan di ruas Jalinsum KM 07 tersebut tepat berada sekira 100 meter dari Kantor Kecamatan Bakauheni, serta berada 200 meter dari pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) gerbang Bakauheni Utara.

Kerusakan yang terjadi semakin parah ditambah dengan arus lalu lintas dari arah pelabuhan Bakauheni menuju Bandarlampung didominasi kendaraan bertonase berat. Pemasangan garis polisi sepanjang lima belas meter dilakukan agar kendaraan tidak melintas di dekat lokasi longsor.

Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Lampung Selatan, Ipda Yani Devi Yanti di lokasi longsor [Foto: Henk Widi]
“Pada badan jalan dengan sistem rigid beton sebagian bahkan sudah retak akibat air bersumber dari lahan di sisi Timur jalan mengalir ke jalan tanpa henti, besok segera dikoordinasikan dengan pihak terkait diantaranya Dinas Pekerjaan Umum,” terangnya, disela-sela pemasangan rambu tanda bahaya, Senin (28/5/2018).

Lokasi longsor disebut Iptu Yani Devi Yanti, harus segera diperbaiki. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk perbaikan talud. Material batu untuk pembuatan talud disebutnya sudah disediakan. Jika tidak segera diperbaiki dikuatirkan akses jalan akan putus sehingga lalu lintas dari pelabuhan Bakauheni menuju Bandarlampung dan sebaliknya terganggu.

Meski demikian dipastikannya, Satlantas Polres Lamsel melalui unit Dikyasa akan melakukan rekayasa lalulintas saat angkutan lebaran. Dia menyebut, rekayasa lalu lintas akan dilakukan saat terjadi kemacetan lalu lintas di arus mudik lebaran 2018 M/1439 H.

“Kita sudah lakukan antisipasi untuk mengatasi kemacetan di Jalinsum dengan rekayasa lalu lintas termasuk mempercepat pekerjaan perbaikan bahu jalan longsor,” terang Iptu Yani Devi.

Lokasi longsor di bahu jalan tersebut diakui Iptu Yani Devi sangat vital saat ini karena berada di dekat exit tol. Selain lokasi yang longsor ia menyebut sekitar puluhan lampu penerangan jalan umum tenaga surya yang mati akibat rusak. Upaya perbaikan lampu jalan disebutnya akan segera dikoordinasikan dengan intansi terkait diantaranya  Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Direncanakan, Selasa (29/5/2018) akan dilakukan perbaikan talud. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah longsor semakin parah akibat cuaca hujan yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Selain berkoordinasi dengan pihak PU ia menyebut akan berkoordinasi dengan PT. PP selaku kontraktor Jalan Tol Trans Sumatera.

Pemasangan tanda berupa traffic cone dan water barrier akan membantu pengendara yang melintas di malam hari. Sebab garis polisi dan water barrier yang dipasang akan memantulkan cahaya saat terkena sinar lampu. Secepatnya pihak Satlantas Polres Lamsel akan memasang banner peringatan di lokasi bahu jalan nasional yang longsor.

Baca Juga
Lihat juga...