Polres Bekasi Perketat Pengawasan Rumah Kontrakan

143
Pengamanan, ilustrasi -Dok: CDN

BEKASI – Kepolisian Resor (Polres) Metro Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mengawasi pergerakan penduduk di rumah kontrakan untuk meningkatkan keamanan pascaaksi teror di Surabaya.

“Kontrakan turut diawasi, lantaran berpotensi menjadi lokasi singgah para pelaku teror. Pengurus RT dan RW di setiap lingkungan kontrakan saya minta terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian maupun TNI,” kata Wakil Kepala Polres Metro Kabupaten Bekasi, Ajun Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan di Cikarang, Selasa (15/5/2018).

Ia menyatakan, seluruh penghuni kontrakan harus dicatat dan diidentifikasi, peningkatan pengawasan ini telah disampaikan ke seluruh petugas kepolisian di lingkungan masyarakat.

“Kami minta agar masing-masing RT dan RW mencatat para pengontrak, agar dapat dipetakan mana dan siapa saja yang mengontrak. Jadi, semua tercatat di RT dan RW. Ini bentuk pencegahan dini termasuk peningkatan kewaspadaan dalam kondisi saat ini,” katanya.

Dia mengatakan, bahwa mengontrak rumah menjadi salah satu cara para pelaku teroris untuk singgah sementara waktu dengan cara selektif dalam memilih kontrakan untuk menghindari kecurigaan masyarakat.

“Maka dari itu, kita sama-sama harus meningkatkan kewaspadaan. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan, masalah teror bisa sampaikan kepada kami. Biasanya, para terduga teror itu bila di lingkungan sekitar kontrakan mereka tidak terlalu sering bersosialisasi dan terkesan tertutup,” katanya.

Selain rumah kontrakan, peningkatan pengamanan pun dilakukan di seluruh kantor polisi, termasuk Mapolrestro Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cikarang Utara. Sejumlah aparat memberhentikan seluruh masyarakat yang hendak memasuki Mapolres.

Sebelumnya, seorang terduga teroris MI alias AB ditangkap Detasemen Khusus Anti Teror 88 pada Minggu (13/5) sekitar pukul 07.30 WIB.

Terduga ditangkap di rumah orang tuanya di Kampung Cijambe RT 07/04, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Diduga, penangkapan ini merupakan pengembangan dari ditangkapnya empat terduga teroris di sekitar Stasiun Tambun, beberapa waktu lalu.

Pada sore harinya, sekira pukul 16.00 WIB, Densus 88 menggerebek sebuah rumah di Taman Tridaya Indah 2 Tambun Selatan. Mereka memeriksa dua wanita penghuni rumah, masing-masing berinisial U dan Na. Na diketahui merupakan istri dari MI yang ditangkap di Sukadami.

Seperti diketahui, kasus terorisme kerap berkaitan dengan wilayah Kabupaten Bekasi. Kedekatan dengan ibu kota DKI Jakarta membuat wilayah sekitarnya dijadikan tempat persembunyian. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.