Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Ganja Kering

Editor: Koko Triarko

453

LAMPUNG — Kepolisian Resor Lampung Selatan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja melalui kendaraan ekspedisi.

Kapolres Lamsel, Ajun Komisaris Besar Polisi M. Syarhan, menyebut kronologis penangkapan para tersangka tindak pidana narkoba jenis ganja bermula saat Satres Narkoba melakukan razia rutin di pintu masuk Seaport Interdiction pelabuhan Bakauheni.

Pada Senin (7/5), sebuah kendaraan ekspedisi TAM Cargo yang dikemudikan Adrianto dan Riki Firnanda diperiksa dan ditemukan lima paket kiriman yang dibungkus kain, kardus berisi pakaian dan pada bagian dalam berisi jerigen.

Pada pemeriksaan lanjutan di dalam jerigen ditemukan masing-masing 10 paket dengan lakban warna coklat. Seusai dilakukan pemeriksaan lanjutan, pada paket tersebut ditemukan ganja kering seberat masing-masing 1 kilogram, sehingga total 50 kilogram ganja kering. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga ke pool ekspedisi TAM Cargo di Bambu Apus Jakarta Timur.

Ketiga tersangka jaringan narkotika di dalam jerigen yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba Polres Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
“Selanjutnya berhasil ditangkap tersangka bernama Hermansyah sebagai penerima paket dan petugas melakukan pengembangan lanjutan menangkap dua penerima pesanan ganja tersebut,” terang Kapolres Lamsel, AKBP M. Syarhan, didampingi Kasat Narkoba, Iptu M. Ari Satriawan, saat ungkap kasus di Mapolres setempat, Senin (14/5/2018).

Bermula dari ditangkapnya Hermansyah (39) yang berprofesi sebagai sopir, warga Kelurahan Durian Sawit, Jakarta Timur, penangkapan kedua dilakukan terhadap tersangka lain bernama Akbar Jaelani (26)  yang berprofesi sebagai tukang ojek, dan Eriek Kurniawan (21) seorang penjaga rumah.

Tersangka Akbar Jaelani dan Eriek Kurniawan warga Kalideres, Jakarta Barat, diamankan di pool ekspedisi TAM Cargo pada Rabu (9/5), seteleh terbukti menerima paket narkotika golongan 1 jenis ganja dari Hermansyah, sebanyak 20 paket seberat 20 kilogram. Sementara untuk penerima paket 30 kilogram, polisi masih melakukan pengembangan.

Kapolres menyebut, modus penyelundupan narkotika, baik sabu-sabu maupun ganja, semakin rapi. Pada kasus pengamanan 50 kilogram ganja tersebut modus menyimpan narkotika dalam jerigen dilakukan oleh pelaku, agar tidak terendus petugas.

Selain dimasukkan dalam jerigen, pengemasan juga dibuat semakin rapi dengan mengemas dalam bungkus berisi pakaian, agar paket tersebut dilihat sebagai kiriman pakaian.

“Meski modus sangat rapi, namun petugas sangat jeli dalam mengungkap kasus penyelundupan narkotika,” terang mantan Kapolres Pesawaran, tersebut.

Berdasarkan estimasi, jika 50 kilogram narkotika golongan I jenis ganja kering tersebut lolos, maka diperkirakan sebanyak 500.000 orang menjadi korban narkotika jenis ganja dengan asumsi 1 gram dipergunakan oleh 10 orang.

Dengan harga per paket Rp1 juta, ia memastikan untuk sebanyak 50 paket ganja kering siap edar dari hasil penjualan barang haram tersebut pelaku bisa memperoleh uang Rp50 juta.

Menurut AKBP M. Syarhan, para tersangka terancam pasal 111 ayat (2) dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp12 miliar.

Selain itu, tersangka juga dikenai pasal 114 ayat (2) dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp13 miliar.

Setelah pengamanan narkotika golongan I jenis ganja kering tersebut, AKBP M. Syarhan menyebut akan terus melakukan pengamanan ketat di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Selain dengan bantuan 6 anjing pelacak dari polisi satwa (K9) penebalan personel juga dilakukan.

Pengamanan yang diperketat selain mengantisipasi penyelundupan narkotika, juga untuk mencegah pelaku tindak teror menyeberang dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

Pengetatan pengamanan diakui M. Syarhan juga buntut dari ledakan bom bunuh diri di gereja di Surabaya. Ia memastikan, personel Polres Lamsel sudah melakukan pengamanan dan pemeriksaan di sejumlah tempat ibadah, terutama gereja.

Selain itu, ia mengimbau kepada anggota untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat desa dan TNI serta masyarakat dalam mengantisipasi munculnya paham terorisme.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.