Posdaya Bahari dan Kube Bersinergi Kembangkan Ekonomi Rakyat

Editor: Mahadeva WS

245
Ketua Posdaya Bahari Dewi Anggrani/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Posdaya Bahari yang terletak dikawasan pantai Kota Padang, Sumatera Barat, Kecamatan Pasia Nan Tigo dan Kecamatan Koto Tangah mengembangkan sayapnya kegiatannya. Bersinergi dengan Kelompok Usaha Bersama (Kube), Posdaya Bahari berusaha untuk mengembangkan ekonomi warga setempa.

Ketua Posdaya Bahari Dewi Anggrani mengatakan, sinergi antara Posdaya Bahari dan Kube terjalin karena anggota posdaya juga anggota kube. Tabur Puja menjadi tempat peminjaman modal apabila anggota Kube ingin mengembangkan usaha.

Dengan adanya sinergi tersebut, Kube akan mendapatkan bantuan hibah alat mesin jahit dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat. Mesin jahit itu merupakan kebutuhan bagi anggota untuk mengembangkan usaha kerajinan jahitnya. “Adanya sinergi itu turut menjalankan pilar ekonomi yang menjadi salah satu dari empat pilar di Yayasan Damandiri,” jelas Dewi, Jumat (25/5/2018).

Adanya mesin jahit  akan menunjang kegiatan kerajinan pembuatan tas yang selama ini terkendala dalam pembuatan puring tas. “Dulu, untuk membuat puring tas, harus membayarkan upah ke tukang jahit. Namun, dengan adanya mesin jahit, maka persoalan tersebut bisa di atasi. Masyarakatpun bisa semakin baik mengembangkan usaha kerajinnya,” tandasnya.

Dewi menyebut, mesin jahit tersebut tidak hanya khusus untuk melayani pembuatan puring tas. Keberadaanya akan dikembangkan untuk kegiatan kerajinan lainnya, seperti pakaian, selimut tebal, dan sejumlah jenis kerajinan jahit lainnya. “Saat ini untuk usaha kerajinan dari bahan bekas memang lagi turun. Bukannya kekurangan bahan, tapi memang lagi sepi pesananan,” ungkapnya.

Harapannya, dengan adanya mesin jahit, maka aktivitas kerajinan bisa melayani pesanan yang lebih banyak. Tampa mesin jahit, kegiatan kerajinan yang dikembangkan hanya menghandalkan jahit manual. Pengerjaan secara manual menghabiskan waktu yang cukup lama. Untuk satu tas bisa mencapai dua minggu pengerjaan.

Dewi menyebut  di Ramadan, pembuatan kerajinan tas dari barang bekas tetap dikerjakan. Terlebih belum lama ini ada pesanan untuk membuat sebuah aksesoris perlengkapan panggung pesta pernikahan diterima. “Inilah perannya Posdaya yakni memberdayakan masyarakat. Kita di Posdaya Bahari tentunya mendukung apa yang menjadi keinginan masyarakat, setidaknya turut berupaya memasarkan hasil kerajinan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...