Posdaya Nangka tak Lelah Wujudkan Lingkungan Bebas Asap Rokok

EditorL Koko Triarko

278
YOGYAKARTA – Mengajak warga desa untuk berhenti dari kebiasaan merokok, memang bukan hal yang mudah. Selain butuh kesadaran dan komitmen semua pihak, juga membutuhkan konsistensi dari setiap warga desa. 
Hal itulah yang coba dilakukan Posdaya Nangka di Dusun Menggungan, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo. Sejak 2017, Posdaya Nangka berupaya mengajak warga desa untuk menjaga lingkungan dan kesehatan, dengan mengkampanyekan gerakan bebas asap rokok.
Menggandeng semua elemen masyarakat, Posdaya Nangka bersama seluruh masyarakat mendeklarasikan diri sebagai desa bebas asap rokok. Deklarasi itu berisi kesepakatan bersama antarseluruh warga desa untuk tidak merokok di kondisi dan waktu tertentu.
Ketua Posdaya Nangka, Erlida. -Foto: Jatmika H Kusmargana
Misalnya, tidak merokok di setiap pertemuan warga, atau tidak merokok di dalam rumah, dengan anggota keluarga yang sedang mengandung atau memiliki balita.
“Gerakan ini kita mulai pada Oktober 2017. Tujuannya untuk mengurangi dampak buruk asap rokok pada warga. Memang sampai saat ini, belum bisa dikatakan berhasil. Namun, paling tidak kita telah memulai,” ujar ketua Posdaya Nangka, Erlida.
Menurut Erlida, mengajak warga desa untuk tidak melakukan kebiasaan merokok merupakan sesuatu yang sangat sulit. Tidak bisa dilakukan hanya dengan sekadar menggelar deklarasi semata. Upaya terus-menerus untuk senantiasa mengajak dan mengingatkan warga jauh lebih penting dilakukan.
“Namanya mengajak warga untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaannya itu sulit bukan main. Sampai saat ini juga masih banyak warga yang tetap merokok di rumah atau pertemuan-pertemuan. Namun, ini harus terus kita lakukan pelan-pelan,” katanya.
Pemberdayaan di bidang lingkungan dan kesehatan, memang menjadi program prioritas setiap Posdaya. Selain berupaya mengajak warga berhenti merokok, Posdaya Nangka juga menjalankan sejumlah program lain untuk mewujudkan peningkatan kondisi lingkungan dan kesehatan warga.
Di antaranya adalah gerakan penanaman pohon Kelengkeng di setiap halaman rumah warga, kegiatan rutin kerja bakti dan bersih desa, hingga penyelenggaraan posyandu dan pemeriksaan maupun penyuluhan kesehatan rutin setiap bulannya.
Baca Juga
Lihat juga...