Posko Mudik Lebaran Mulai Didirikan di Pelabuhan Semayang

Editor: Koko Triarko

282
BALIKPAPAN – Pada H-15 Lebaran 2018, posko mudik di Pelabuhan Semayang Balikpapan yang berdekatan dengan terminal pelabuhan, mulai didirikan. Di pelabuhan juga didirikan tenda untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang transportasi laut.
General Manajer PT Pelindo IV cabang Balikpapan, Baharuddin, mengungkapkan fasilitas pelabuhan tersedia dan lengkap untuk memfasilitasi penumpang mudik transportasi laut, seperti terminal penumpang yang mampu menampung 3.200 orang, penambahan toilet dan ruang bermain anak.
GM Pelindo IV Balikpapan, Baharuddin –Foto: Ferry Cahyanti
“Hari ini kita sudah bangun posko, jadi segala fasilitas sudah kita siapkan. Toilet di luar juga gratis, juga tempat yang sudah nyaman, karena ruang tunggunya sudah difasilitasi kipas angin dan AC yang membuat nyaman,” katanya, saat ditemui di Pelabuhan Semayang, Rabu (30/5/2018).
Bahkan, saat ini di ruang tunggu penumpang juga terdapat kantin-kantin yang menyediakan makanan dan minuman. “Sudah ada ruang bermain anak-anak, sehingga anak-anak yang menunggu bisa bermain. Sekarang fasilitasnya sudah seperti bandara,” ucap Baharuddin.
Ia memastikan, operasional pelabuhan khusus ruang tunggu penumpang sudah 100 persen berfungsi. “Ini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan penumpang di pelabuhan. Kita benahi dan sudah siap 100 persen pelabuhan penumpang ini, ” ujarnya.
Sementara itu, diperkirakan lonjakan penumpang arus mudik transportasi laut dari Pelabuhan Semayang sekitar 2,5 persen dari tahun sebelumnya.
Dari pantauan, terlihat penumpang mudik sudah mulai terlihat memadati pelabuhan. Dan, hari ini Kapal Bukit Siguntang yang akan berangkat dengan tujuan Makassar.
Salah seorang penumpang asal Makassar, Hasan, mengaku baru datang dari Melak ke pelabuhan untuk mudik. “Baru datang dari Melak sampai ke Pelabuhan dan menunggu jadwal pemberangkatan. Beli lewat online, jadi kami nunggu tidak lama,” katanya, yang mudik bersama dua saudaranya.
Ditambahkannya, sejak bekerja di Melak Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, selama tiga tahun di perkebunan sawit baru tahun ini bisa pulang ke kampung halaman.
“Sudah lama saya tidak mudik, tiga tahun saya kerja di Melak baru tahun ini bisa pulang. Dikumpulkan dulu uangnya buat mudik,” imbuh Hasan.
Lihat juga...