Prima Eksekutif Berikan Kompensasi ke Penumpang KM Titian

Editor: Mahadeva WS

349

LAMPUNG – Perusahaan pelayaran PT. Prima Eksekutif mengembalikan tiket sejumlah kendaraan yang ada di kapal KM Titian Nusantara. Hal itu dilakukan sebagai kompensasi setelah KM Titian Nusantara mengalami kandas.

Kepala Cabang operator KM Titian Nusantara Ananto Widodo menyebut, telah memberi kebijaksanaan mengembalikan tiket penumpang pejalan kaki yang telah dievakuasi. Serta memberi konsumsi serta tiket kendaraan truk dan bus. Sementara untuk kerugian sejumlah truk yang membawa muatan, disebutnya akibat kondisi cuaca buruk merupakan kejadian yang diluar prediksi.

Ananto Widodo (kiri) kepala cabang PT. Prima Eksekutif sebagai operator KM Titian Nusantara dan Ghalib (kanan) petugas dari BPTD wilayah VI Bengkulu Lampung [Foto: Henk Widi]
Ananto menyebut, saat berlayar jumlah kendaraan yang dimuat di KM Titian Nusantara ada 24 unit. Diantaranya dua motor, satu kendaraan pribadi, sembilan unit pick up, delapan colt diesel, satu truk besar, tiga bus besar.

Kendaraan-kendaraan tersebut membawa sekira 108 orang penumpang. “Kami sudah berusaha memberikan pelayanan bagi penumpang, diantaranya mengembalikan tiket penumpang yang akan melanjutkan perjalanan, sebab sebagian harus berpindah ke kapal lain untuk menuju ke pelabuhan Merak,” terang Ananto saat ditemui Cendana News, Rabu (23/5/2018).

Dipastikannya, untuk kerugian waktu dan barang yang dimuat kendaraan tidak ditanggung oleh perusahaan pelayaran. Sebagai bentuk kompensasi semua penumpang telah mendapat konsumsi sebagai bentuk kebijaksanaan perusahaan.

Bagi kendaraan truk Dia juga memberi pilihan untuk tetap naik ke kapal yang ada di bawah bendera PT. Jembatan Nusantara dan PT. Prima Eksekutif. Sejumlah penumpang bus disebutnya sudah mendapat penanganan dari pengurus bus yang memiliki shelter di dermaga satu pelabuhan Bakauheni.

Paska dipandu oleh tug boat TB Merak dan TB Muara Sejati, saat ini KM Titian Nusantara bersandar di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni. Setelah bongkar muat, kapal akan menjalani proses anchor di perairan Bakauheni.

Salah satu pengemudi truk ekspedisi bermuatan buah Hendra menyebut, dengan adanya insiden tersebut Dia terpaksa pindah kapal setelah kapal anchor di dermaga dua. Hendra sudah memberikan informasi kepada pengirim dan penerima barang mengenai keterlambatan barang yang dikirim.

Selain dampak dari cuaca, kejadian tersebut diluar kendalinya sehingga Dia tidak bisa mengajukan kompensasi. “Jika kendaraan mengalami kerusakan di dalam kapal akibat kecelakaan maka kami bisa klaim ke Jasa Raharja tapi ini risiko dampak dari cuaca,” terang Hendra.

Hendra menyebut, selama menjadi pengemudi kendaraan ekspedisi kejadian tersebut merupakan pengalaman pertamanya. Normalnya Dia bisa menyeberang ke Jakarta dalam waktu enam jam, akibat kapal kandas baru bisa tiba di Jakarta setelah dua belas jam.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.