PSS Kembali Berlatih, Seto Siapkan Agenda Uji Coba

Editor: Mahadeva WS

337
Seto Nurdiyantoro, Pelatih caretaker PSS Sleman. Foto: Sodik

SLEMAN – PSS Sleman memulai kembali latihan. Sejumlah agenda latihan pun dirancang pelatih caretaker PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro usai meliburkan anak asuhnya.

Tak hanya itu, Seto juga menyiapkan agenda uji coba bagi Super Elang Jawa. Seto yang mengisi pos pelatih setelah ditinggal Herry Kiswanto mengungkapkan, jeda kompetisi merupakan momentum yang cukup baik bagi tim. Momen itu bakal dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah pembenahan pada tim kebanggaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania.

Pembenahan dipandang sangat mendesak dilakukan karena Super Elang Jawa masih memiliki cukup banyak kelemahan. Padahal, tim harus berlari kencang demi mengejar ketinggalan sekaligus demi mengejar target promosi Liga 1 di musim depan.

Seto mengaku tidak mudah mengubah tim yang sudah jadi. Namun demikian, lambat laun Dia memastikan karakter permainan Achmad Hisyam Tolle dkk bakal disesuaikan dengan karakter permainan yang diinginkannya. “Ini momen yang sangat bagus bagi kami untuk membenahi kelemahan. Dari dua laga terakhir sebelum jeda, tim meraih hasil positif. Tapi tetap saja, kelemahan masih terlihat jelas dan karakter permainan masih belum sesuai harapan,” ucap Seto, Rabu (23/5/2018).

Agenda latihan yang disiapkan meliputi penguatan fisik dan teknik. Tim pelatih juga mencari pemain yang disiapkan sebagai eksekutor tendangan penalti. Seto tak ingin kegagalan dua penalti dalam satu laga kemarin akan terus menghantui pemain pada laga-laga berikutnya.

“Mau tak mau eksekutor penalti ini memang masih menjadi PR kami dan ini akan dibenahi saat libur puasa. Kami tidak ingin permasalahan ini terus berlarut, justru harus segera dibenahi agar ke depannya mereka bisa tampil lebih baik lagi,” ujar pelatih yang tengah menempuh kursus lisensi Pro AFC ini.

Sementara Pelatih fisik PSS Sleman Komarudin mengatakan, selama Ramadhan, latihan fisik tetap diberikan untuk menjaga kebugaran pemain. Namun demikian porsi latihan antara pemain yang menjalankan ibadah puasa dengan yang tidak, diberikan secara berbeda. “Yang tidak berpuasa, latihan seperti biasa. Sedangkan bagi pemain yang berpuasa, intensitas latihan dikurangi namun tetap untuk menjaga kebugaran fisik,” katanya.

Meski porsi latihan dikurangi, komarudin mengklaim treatment tersebut sangat dibutuhkan agar para pemain tidak kaget bila digenjot latihan berat pasca Ramadhan. Khususnya menjelang putaran lanjutan kompetisi Liga 2 musim ini. “Sebelum jeda, peforma mereka sudah bagus. Latihan ini diberikan agar mereka tidak mengulang dari awal, sehingga mereka siap untuk kompetisi lanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...