banner lebaran

Pustaka Bebas Bea Permudah Distribusi Buku Pegiat Literasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

179

LAMPUNG — Program pustaka bebas bea (Free Cargo Literacy) yang sudah genap satu tahun berjalan dinilai memberikan kemudahan bagi pegiat literasi di Indonesia untuk pendistribusian buku di wilayah terpencil.

Sugeng Hariyono, Sugeng Hariyono yang juga selaku fasilitator Perpustakaan Seru (Perpuseru) menyebutkan, program yang mendapat dukungan berbagai pihak tersebut ikut mendorong partisipasi warga sebagai pengirim buku maupun sebagai relawan penyebar buku.

“Selama kurun waktu satu tahun ini Motor Pustaka sudah menerima sebanyak 1 ton buku dari seluruh Indonesia,” sebut Sugeng Hariyono selaku pegiat literasi Motor Pustaka yang merupakan bagian Armada Pustaka Bergerak Indonesia saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (17/5/2018).

Ia awalnya prihatin akan sulitnya pendistribusian buku namun berkat pustaka bebas bea oleh PT. Pos Indonesia sangat berharga bagi perkembangan dunia literasi di Indonesia khususnya di wilayah Lampung.

Sebagai pelaksana dari prakarsa yang dimulai dari para relawan, PT. Pos Indonesia selalu menyampaikan laporan tertulis terkait latar belakang dan pencapaian gerakan pengiriman buku gratis tersebut.

“Selain melihat data jumlah kiriman ke provinsi Lampung yang saat ini kurang lebih memiliki sebanyak 70 simpul pustaka, pegiat literasi bisa melihat jumlah produksi kiriman ke seluruh Indonesia untuk melihat perkembangan program pustaka bebas bea setahun ini,” terang Sugeng.

Pegiat literasi
Asih Kurniawati, pegiat literasi Cetul Pustaka mendampingi anak anak membaca buku [Foto: Henk Widi]
Berdasarkan tabel produksi dan biaya kirim, Sugeng Hariyono menyebutkan, perkembangan program pustaka bebas bea terus meningkat.

Sejak Mei 2017 dari produksi sebanyak 171 koli dengan berat 728,6 kilogram dan biaya kirim Rp34.620.627 terus meningkat hingga satu tahun pada bulan April 2018. Sesuai data, Sugeng Hariyono menyebut pada April tahun ini tercatat produksi mencapai 2.989 koli, berat kiriman mencapai 19.781,9 kilogram dan biaya kirim mencapai Rp1.158.811.307.

Total selama satu tahun sesuai data yang dikirimkan, produksi pustaka bebas bea tercatat produksi sebanyak 25.580 koli, berat sebanyak 160.463 kilogram dengan biaya kirim Rp8.879.458.950. Jumlah tersebut memperlihatkan perkembangan perhatian masyarakat akan dunia literasi melalui pengiriman buku gratis setiap bulan pada tanggal 17.

Sebaran berat kiriman ke sejumlah provinsi di Indonesia terbanyak ke provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 45.000 kilogram dan disusul ke Papua seberat 2.000 kilogram.

“Melalui pustaka bebas bea ini beberapa wilayah terpencil yang selama ini kekurangan buku bisa mendapatkan kiriman buku secara gratis,” terang Sugeng Hariyono.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.