Ramadan, Kolak Labu Laris Manis di Bali

Editor: Satmoko

295

DENPASAR – Menu berbuka puasa di saat Bulan Ramadan identik dengan yang manis-manis. Beragam penganan manis banyak dijumpai di berbagai tempat.

Di Bali, kolak menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari oleh masyarakat sebagai menu untuk berbuka puasa  di bulan suci ini. Kolak sendiri merupakan makanan penutup (dessert) khas Indonesia. Makanan bercita rasa manis gula merah dan gurih santan ini merupakan ikon kuliner Ramadan di Indonesia.

Kolak sangat identik denganpisang. Padahal, kolak merupakan jenis makanan dan kolak bisa terdiri dari beragam jenis bahan tergantung dari selera setiap orang. Bahan utama kolak sangat mudah didapat di daerah seperti pisang, tela, labu dan kolang-kaling.

Di Bali sendiri kolak yang paling banyak dicari yaitu kolak labu. Kolak labu dibuat sebagaimana kolak biasa pada umumnya, namun labu menjadi kombinasi utamanya.

Erika, salah seorang penjual takjil kolak labu di Denpasar, Sabtu, (25/5/2018).-Foto: Sultan Anshori.

Erika, salah seorang penjual takjil kolak labu mengaku, dalam sehari selama bulan suci Ramadan membuat setidaknya 50 porsi kolak labu. Ia mengaku biasanya satu jam sebelum waktu berbuka tiba, kolak miliknya ini sudah ludes terjual. Satu porsi kolak labu ia jual dengan harga Rp5000.

“Alhamdulillah peminatnya ramai Mas,” ucap Erika saat ditemui, Sabtu (26/5/2018).

Menurutnya, bahan baku utama kolak labu sangat mudah didapat di pasar-pasar Denpasar. Wanita asli Banyuwangi ini juga menambahkan, kolak labu buatannya juga bisa ditambahkan jahe agar rasa kolak lebih gurih saat dimakan dalam keadaan panas.

“Biasanya juga ada yang memesan untuk dijadikan takjil buka puasa di masjid atau mushala,” paparnya.

Kolak labu sendiri di Bali pada umumnya hanya dijual pada saat bulan puasa, karena ada anggapan bahwa makan kolak bukan di bulan Ramadan tidak nikmat.

Baca Juga
Lihat juga...