Ramadan, Kue Talam Pilihan Takjil Tradisional

Editor: Satmoko

227

BALIKPAPAN – Berbagai pilihan takjil tradisional menjadi sajian pasar Ramadan di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Berbagai pilihan menjadi inspirasi masyarakat sebagai hidangan pembuka untuk berbuka puasa selama Ramadan.

Salah satu takjil tradisional yang bisa menjadi pilihan masyarakat adalah kue talam. Kue talam dengan bahan baku tepung beras, tepung tapioka, tepung terigu dan santan kelapa ini salah satu hidangan favorit masyarakat Kota Balikpapan setiap bulan Ramadan.

Tekstur yang dihasilkan dari adonan bahan baku tersebut sangat lembut dan basah sehingga ketika dinikmati akan terasa nikmat.

Penjual kue talam menjajakan dagangan. Foto Ferry Cahyanti

Kue Talam memiliki berbagai macam jenis yaitu disajikan dengan nama Hamparan Tatak, Sari Mukalakatan, Sari Pengantin dan Talama Hijau. Variasi rasa juga bisa menjadi pilihan di antaranya rasa pandan, pisang, gula merah dan coklat.

Kue Talam berjenis Hamparan Tatak terdapat dua bagian yang terbuat dari adonan tepung beras, santan kelapa, pandan dan pisang. Kemudian bagian bawahnya memiliki rasa manis. Sedangkan jenis lainnya terbuat dari tepung ketan legit dari hasil perasan santan, selanjutnya dicampur gula merah.

“Kue Talam salah satu menu pembuka yang harus ada karena rasanya tidak membuat kita bosan. Rasanya sangat lembut dan menjadi khas keluarga kami untuk dihidangkan disertai teh manis,” ucap Dista saat membeli takjil di Pasar Ramadan, Sabtu (26/5/2018).

Menurutnya, dulu kue talam ini cukup sulit dicari karena hanya beberapa pedagang saja yang menjualnya. Namun kini di setiap pasar di bulan Ramadan sudah ada, bahkan pilihan rasa juga sudah bervariasi.

“Paling suka dengan rasa pisang dan gula merah, karena rasanya sangat menyatu di lidah,” tukasnya sembari tersenyum.

Terpisah, pedagang Kue Talam Ida mengatakan, kue talam yang dijualnya di Pasar Ramadan setiap harinya dijual per potong dibandrol Rp12.000.

“Saya potong per bagian, karena biasanya pembelikan tidak banyak. Satu loyang gitu kecuali kalau ada acara. Harganya sesuailah dengan bahan yang dikeluarkan,” sebutnya.

Ida menambahkan, pada bulan Ramadan pembuatan kue talam jumlahnya ditingkatkan karena permintaan juga bertambah. Dalam sehari pembuatan kue talam dilakukan sebanyak 25 loyang.

“Kalau hari biasa hanya 7 loyang, sedangkan Ramadan bisa lebih dari itu,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...