Ramadan, Museum Fauna Komodo TMII Diskon 50 Persen

Editor: Satmoko

485

JAKARTA – Sepanjang bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah, Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptilia Taman Mini Indonesia Indah (TMII), memberikan diskon sebesar 50 persen.

Kepala Unit Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptilia TMII, Widyabrata mengatakan, potongan diskon diberikan untuk tiket masuk wahana museum bagi setiap pengunjung.

“Diskon 50 persen ini khusus bulan Ramadan untuk per orang. Harga tiket masuk itu Rp 25 ribu, kalau didiskon jadi setengah harga,” ujar Widyabrata kepada Cendana News saat ditemui Minggu (27/5/2018).

Dia menjelaskan, diskon 50 persen ini berlaku hari Senin hingga Jumat. Sedangkan Sabtu-Minggu diskon diberlakukan pada pukul 15.00 WIB, sebagai kegiatan ngabuburit pengunjung menjelang buka puasa. Diharapkan dengan diskon ini, pengunjung museum meningkat.

Widyabrata, Kepala Unit Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptilia TMII, Jakarta, Minggu (27/5/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Namun demikian, menurut dia, pengunjung memang akan banyak manakala di hari pertama lebaran hingga sepekan ked epan.

Maka, pihaknya pada pekan lebaran menampilkan berbagai hiburan menarik. Seperti edukasi atau atraksi reptil di amphitheatre yang terletak di sebelah kiri area luar museum.

“Atraksi reptil ini khusus selama pekan lebaran. Tujuannya mengedukasi pengunjung agar tidak membunuh hewan reptil, tapi mewaspadainya. Bisa menyayangi dan mencintainya,” ujarnya.

Namun tambah dia, untuk diskon tiket masuk wahana ini dalam sepekan lebaran tidak diberlakukan lagi. Yakni kembali ke harga normal.

Selain edukasi reptil, menurut Widyabrata, yang diburu pengunjung di kala libur lebaran adalah memancing buaya. Yakni, dengan cara memberi makan kepala ayam kepada buaya. Kegiatan memancing buaya ini dikenakan biaya Rp 10.000 per orang.

Wahana lain yang diserbu adalah Taman Sentuh, yang terletak di belakang area museum ini. Cukup membayar Rp 5.000, pengunjung bisa berfoto dengan reptil, seperti ular sanca darah atau dipong.

Pengunjung melihat biawak di Taman Reptilia di area Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptilia TMII, Jakarta, Minggu (27/5/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Secara tradisi, sebut dia, memang di saat lebaran pengunjung meningkat dua kali lipat dari hari biasa.

“Target pengunjung itu 7.000 per bulan, tapi kalau pekan lebaran meningkat dua kali lipat. Dalam sepekan biasanya sudah melebihi target. Semoga tahun ini juga meningkat,” ungkap Widyabrata.

Dia menjelaskan, museum ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1978. Kini koleksinya mencapai sekitar 60 jenis reptil dengan jumlah lebih dari 300 spesies reptil hidup di Taman Reptilia. Kebanyakan reptil di taman tersebut berupa ular, kura-kura dan biawak.

“Kami upayakan ada penambahan jenis reptil, bisa sumbangan dari masyarakat. Semua hewan yang ditampilkan di museum ini adalah reptil khas Nusantara,” ujar pria kelahiran 56 tahun ini.

Gedung museum ini terdiri dari dua lantai. Di lantai pertama, jelas dia, pengunjung dapat melihat awetan berupa mamalia, hewan laut, dan reptil.

Untuk lantai dua, pengunjung dapat melihat koleksi awetan berupa burung-burung dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengunjung juga bisa melihat kelincahan dan lucunya ragam jenis reptil di Taman Reptil yang terletak di luar area museum.

Fani (kemeja kotak-kotak), pengunjung sedang berfoto dengan ular sanca darah di Taman Sentuh di Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptil TMII, Jakarta, Minggu (27/5/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Seperti Fani, siswi kelas 2 SMA Cibitung, Jawa Barat ini terlihat begitu nyaman berfoto dengan seekor ular sanca darah di Taman Sentuh.

Fani tak ketakutan dengan ular itu, bahkan dia terus mengelus tubuh hewan reptil itu. Sekali-sekali mendekatkan wajahnya ke tubuh ular itu.

“Saya sejak kecil memang suka hewan reptil, ya ular ini. Jinak kok kalau hati kita menyayanginya,” ujar Fani.

Lihat juga...

Isi komentar yuk