Ramadhan, KPRI Kogusda Bagi-Bagi Paket

Editor: Mahadeva WS

310

SOLOK – Menghadapi Ramadhan dan lebaran, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kogusda Kota Solok, Sumatera Barat, mempunyai cara unik untuk membangunan rasa saling memiliki bagi anggotanya. 

Upaya tersebut dilakukan dengan menyediakan paket Ramadhan atau lebaran untuk anggota koperasi yang merupakan para guru-guru sekolah mulai dari TK, SD dan PNS yang ada di Dinas Pendidikan Kota Solok. Dengan 586 anggota, KPRI Kogusda secara perlahan-lahan terus berkembang dengan baik.

Ketua KPRI Kogusda Solok Apriman/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KPRI Kogusda Solok Apriman menyebut, untuk momentum Ramadhan dan Idul Fitri, koperasi jauh-jauh hari telah menyiapkan ratusan paket untuk diberikan kepada anggotanya. “Iya paket yang kita kemas dalam tas jinjing ini merupakan hal yang kita lakukan setiap tahunnya. Isi paketnya beragam, mulai dari sajadah untuk salat, alas kasur, kain batik, dan sejumlah komoditas lainnya, dengan nilai isi paket Rp650 ribu,” ungkapnya, Selasa (15/5/2018).

Hadirnya paket Ramadhan dan lebaran merupakan hasil dari kesepakatan anggota. Keberadaan paket berisi barang tersebut mempertimbangkan isinya sangat membantu anggota koperasi. Bahkan dengan paket tersebut, mampu menjadi promosi KPRI Kogusda bagi masyarakat Kota Solok.

Apriman menyebut, saat ini rasa memiliki berkoperasi di KPRI Kogusda cukup tinggi. Meski sebelumnya di 2014-2015 lalu, koperasi dalam keadaan terseok-seok karena macetnya tagihan utang anggota yang mencapai Rp3 miliar. Kondisi itu membuat koperasi mengalami keadaan sulit.

Kendati demikian, kini persoalan itu sudah bisa diatasi dan tunggakan anggota bisa terlesaikan. Berkat tekad pengurus dan anggota, akhirnya kredit macet Rp3 miliar selesai di 2016. Dampak dari hal itu, KPRI Kogusda berhasil menjadi koperasi terbaik di Kota Solok dan peringkat III di Sumbar.

Hal yang terjadi di 2014-2015 menjadi pengalaman berharga bagi KPRI Kogusda. Pengurus menjadikan kejadian tersebut  sebagai momentum untuk berbenah diri.   “Segala sesuatunya kita perbaiki. Kita rekrut juru buku yang sudah ahli. Kemudian pengucuran pinjaman kita perketat. Kita kerjasama dengan sekolah dan dinas pendidikan,” katanya.

Dengan sejumlah perbaikan itu, akhirnya KPRI Kogusda berjalan stabil dan menuju peningkatan. Hal itu jugalah yang membuat KPRI Kogusda melakukan sejumlah cara agar anggota betul-betul merasa senang menjadi bagian dari KPRI Kogusda Solok.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Prita Wardhani menyebut, hal yang dilakukan KPRI Kogusda Solok patut di apresiasi. Kondisi koperasi yang terseok-seok karena kredit macet kini telah berubah menjadi koperasi yang berprestasi.  Hal tersebut tidak terlepas dari kemauan dan tekad pengurus dan anggota untuk bisa menjadi koperasi yang berprestasi.

“Kita memberi apresiasi terhadap KPRI Kogusda Kota Solok ini. Mereka sempat terseok karena ada pinjaman macet dengan angka fantastis Rp3 miliar. Namun berkat kegigihan pengurus dan anggota mereka bisa mengatasinya dan bahkan menyabet prestasi sebagai Koperasi Terbaik di Kota Solok,” kata Prita.

Pengalaman KPRI Kogusda Kota Solok ini, kata Prita bisa diambil oleh koperasi lain di Sumbar. Koperasi harus jeli dan selektif dalam memberikan pinjaman dan menjalankan roda koperasi, supaya tidak memiliki persoalaan nantinya.

Baca Juga
Lihat juga...