Rencana Pembangunan SMAN Doreng Menuai Polemik

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Keinginan masyarakat untuk membangun SMAN di kecamatan Doreng, kabupaten Sikka, menuai masalah akibat adanya dua panitia yang dibentuk.
“Memang ada dua panitia yang terbentuk, dan saya sudah melakukan mediasi dengan mengundang kedua panitia dan meminta agar dilebur menjadi satu panitia,” sebut Camat Doreng, Lambertus Keytimur, Kamis (24/5/2018).
Kepala Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Virgilaus Dalo. -Foto: Ebed de Rosary
Menurutnya, dua proposal dari dua panitia ini sudah dikirimkan ke UPT wilayah IX Sikka dan Flores Timur Dinas Pendidikan Provinsi NTT, agar bisa disurvey lokasi yang diajukan untuk pendirian sekolah ini.
“Biarkan UPT yang melakukan survey dan menentukan lokasi mana yang disetujui dan cocok untuk membangun sekolah negeri. Wilayah ini memang sudah sepantasnya didirikan satu SMA, sebab sekolah pendukungnya dalam hal ini SMP sudah ada empat sekolah,” tuturnya.
Salah seorang ketua panitia, Virgilaus Dalo, menegaskan, sebenarnya pendirian sekolah ini tidak ada masalah, sebab pihaknya sudah sepakat bersama UPT wilayah IX Sikka dan Flores Timur, Dinas Pendidikan provinsi NTT, pada 17 April 2018 agar disurvey di dua lokasi yang diusulkan.
“Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dan hanya orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatakan ada masalah. Sebab sudah ada kesepakatan tersebut. Ini karena UPT yang menentukan layak dan tidak dua lokasi yang telah diusulkan masyarakat bukan siapa-siapa,” tuturnya.
Virgilaus mengaku kecewa, karena ada orang yang mengadu ke DPRD Sikka, bahwa ada masalah besar di Doreng terkait pembangunan SMAN. Padahal, tidak ada masalah, sebab dua panitia sudah sepakat bahwa dua lokasi ini yang akan disurvey.
“Kami sejak 2013, sudah bentuk panitia dan ingin mendirikan sekolah ini, karena masyarakat di wilayah kami banyak yang tidak mampu, sehingga bila mendirikan sekolah negeri biaya pendidikannya lebih murah,” sebutnya.
Terdapat empat SMP di kecamatan Doreng, kata kepala desa Wolonterang ini, sehingga untuk mendirikan sebuah SMA tentu sudah layak mengingat muridnya sudah mencukupi. Apalagi, rencana ini sudah lama diperjuangkan dan tempat yang paling strategis hanya di Wolonterang.
Lihat juga...