Reposisi KM Titian Nusantara Selesai 8 Jam

Editor: Koko Triarko

430

LAMPUNG — Dua unit kapal tunda (tug boat) digunakan untuk melakukan manuver pergerakan menarik Kapal KM Titian Nusantara yang kandas di alur keluar Pelabuhan Bakauheni.

Hampir delapan jam lamanya kapal berada di posisi kandas antara Pulau Kandang Balak dan Kandang Lunik, tak jauh dari pulau Dua, TB Merak milik PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni dan TB Muara Sejati milik PT. Bandar Bakau Jaya.

Petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah VI Lampung-Bengkulu dan perusahaan pelayaran PT.P rima Eksekutif, turut dikerahkan dalam proses reposisi KM Titian Nusantara berpenumpang sekitar 108 orang tersebut.

Jaswandi, Chief TB. Merak, menyebut pelaksanaan evakuasi penumpang sudah dilakukan sejak pukul 05.00 WIB, sementara proses penarikan untuk reposisi kapal baru bisa dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB.

Jaswandi selaku chief  TB Merak bersiap melakukan proses reposisi KM Titian Nusantara [Foto: Henk Widi]
Tug boat yang dikerahkan terkendala kondisi cuaca mendung didominasi angin kencang, meski air pasang cukup membantu kapal yang kandas. Manuver penarikan kita lakukan meski terkendala cuaca,” terang Jaswandi, di anjungan TB Merak, Rabu (23/5/2018).

Menurut Jaswadi, posisi KM Titian Nusantara yang kandas di sekitar alur keluar tersebut berada sekitar setengah mil dari dermaga dua pelabuhan Bakauheni, tempat kapal tersebut berangkat.

TB Merak dalam proses reposisi KM Titian Nusantara, menyiapkan tali yang dipasang pada bagian buritan dan TB Muara Sejati melakukan manuver penarikan pada bagian haluan.

Alun yang cukup kencang dari arah Selat Sunda, membuat kedua tug boat kesulitan melakukan manuver bantuan mendorong KM. Titian Murni yang masih kandas.

Selain berkoordinasi dengan nahkoda TB Muara Sejati, kata Jaswandi, selama proses reposisi pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Ship Traffic Control (STC) untuk mengetahui jadwal keberangkatan kapal roro.

Sebab, katanya, semua kapal yang beroperasi, melintas di alur keluar tepat di dekat lokasi proses reposisi KM Titian Nusantara yang kandas.

“Koordinasi dengan STC selain untuk mengetahui kapal yang akan melintas, juga untuk menyediakan lokasi sandar kapal setelah evakuasi,” cetus Jaswandi.

Meski berlangsung cukup sulit, koordinasi TB Muara Sejati dan TB Merak sudah bisa dilakukan selama kurang lebih 30 menit dengan penarikan bagian haluan dilakukan TB Muara Sejati dan bagian buritan dilakukan oleh TB Merak.

Sesuai perintah STC, kata Jaswandi, kapal KM Titian Murni akan direposisi di alur dan dermaga yang tidak memiliki jadwal kapal reguler melakukan pelayanan.

Menurutnya, butuh kecepatan 1 hingga 2 knot untuk menarik KM Titian Nusantara yang setelah dilakukan konfirmasi nahkoda kapal tersebut tidak mengalami masalah mesin.

Di atas TB Merak, Ananto Widodo, selaku Kepala Cabang PT. Prima Eksekutif, menyebut insiden kandasnya KMP Titian Nusantara terjadi sekitar pukul 04.48 WIB, akibat kondisi cuaca buruk dengan angin kencang, dan kabut tebal di alur keluar.

Berdasarkan data manifest kapal dari dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni, kapal tersebut berisi 2 sepeda motor, 1 unit kendaraan pribadi, 9 unit kendaraan pick up, 8 unit truck colt diesel, 1 unit truk besar,3 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di antaranya Bus PO SAN, Bus PMTOH, dan Bus Giri Indah.

Ananto mengatakan, evakuasi penumpang sudah dilakukan menggunakan TB Merak dan setelah sampai di ruang pelayanan PT. ASDP Bakauheni, penumpang sudah sudah didata. Proses selanjutnya untuk penumpang bus dan sejumlah penumpang lain yang ada di dalam kendaraan masih bertahan di pelabuhan Bakauheni. Reposisi akan dilakukan dengan menarik kapal dengan tug boat setelah air pasang.

“Proses reposisi nantinya akan dilakukan setelah kondisi air pasang, sehingga untuk manuver kapal bisa dilakukan,” papar Ananto Widodo.

Pada proses reposisi tersebut, ia mengerahkan dua unit tug boat yang bisa dilepas atau ”bebas` sekitar pukul 12.30 dengan posisi KM Titian Nusantara bisa terbebas dari karang di lokasi kandas.

Penarikan dengan posisi buritan ditarik TB Merak diakuinya terus dilakukan untuk ditarik menuju ke Pulau Kelapa. Proses penyandaran kapal kandas pascareposisi memperhitungkan kondisi alur masuk di sekitar Pulau Rimau Balak dan Pelabuhan Bakauheni.

Sesudah direposisi, sejumlah kendaraan yang berada di dalam kapal akan dikeluarkan. Pihaknya juga menyebut akan melakukan koordinasi terkait kompensasi yang diminta oleh sejumlah pengemudi truk dan kendaraan lain akibat keterlambatan waktu.

Cuaca buruk yang mengakibatkan kandasnya KM Titian Murni tersebut membuat kapal bisa direposisi setelah hampir delapan jam di lokasi kandas.

Baca Juga
Lihat juga...