Sandi Imbau Warga Waspadai Uang Palsu

Editor: Koko Triarko

261

JAKARTA — Layanan Kas Keliling Bank Indonesia, menyediakan uang rupiah pecahan kecil untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya, sejak 21 Mei hingga 25 Mei 2018, di Lapangan Parkir IRTI Monas.

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan Bank Indonesia sudah membuka tempat penukaran uang resmi di 160 titik, salah satunya di lapangan IRTI Monas. Dia meminta warga untuk datang ke tempat-tempat resmi jika ingin menukar uang recehan untuk keperluan berlebaran.

“Silakan menukar uang di tempat-tempat resmi karena tidak dipungut biaya sama sekali,” ujar Sandiaga di Lapangan IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (23/5/2018).

Selain itu, kata Sandiaga, Bank Indonesia juga menyediakan tempat penukaran uang di Kepulauan Seribu, seperti di Pulau Tidung dan Pulau Pramuka.

Untuk meminimalisir risiko memperoleh uang palsu, warga Jakarta dapat menukarkan uangnya di lembaga-lembaga yang terpercaya, seperti memanfaatkan layanan penukaran uang tunai melalui Kas Keliling BI di Monas.

Sandi mengatakan, menukar uang di tempat resmi lebih aman dari peredaran uang palsu. Juga lebih menguntungkan karena warga tidak dipotong biaya. Sementara untuk warga yang terpaksa menukarkan uang THR di tempat tidak resmi, Sandi meminta untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah uang asli atau tidak.

“Untuk teman-teman yang terpaksa menukar di tempat tempat tidak resmi, mohon dipastikan uangnya itu asli dan dilakukan dengan diraba, diterawang dan dirasa,” ujarnya.

Hal itu dilakukan untuk mewaspadai penyebaran uang palsu pada saat melakukan penukaran uang secarai tunai. “Imbauan kami, agar hati-hati penyebaran uang palsu, karena tiga dari satu juta uang (yang beredar) adalah palsu. Kita tetap harus waspada,” pungkasnya.

Menurut Sandi, di Jakarta ada lebih dari Rp40 triliun uang tunai yang beredar untuk memenuhi kebutuhan THR. Jumlah ini lebih dari setengah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Melalui layanan ini, Sandimeyakini inflasi terkendali, harga cenderung stabil, dan perekonomian akar rumput dapat terus tumbuh di Jakarta.

“Dua minggu ini (uang sebanyak itu) akan ada tunai (di Jakarta). Kami ingin ekonomi akar rumput bisa tumbuh di DKI dan kita harapkan ini juga menebar peluang dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Sandi.

Sandi juga mengapresiasi langkah inisiatif Bank Indonesia dalam membuka titik pertukaran uang rupiah pecahan kecil di wilayah Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu.

Kebijakan tanpa pungutan biaya ini ditempuh karena permintaan uang tunai yang meningkat secara signifikan menjelang libur panjang dan hari raya Idul Fitri.

“Kami mengapresiasi Bu Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, dan Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Trisno Nugroho bersama-sama Pemprov melayani warga untuk menukarkan uang,” ungkapnya.

Sandi berharap, masyarakat akan beralih dan lebih sering menggunakan transaksi nontunai. Selain itu, ia juga berharap masyarakat khususnya umat Islam menyalurkan uang dalam bersedekah ke lembaga resmi seperti BAZIS DKI.

Kegiatan ini bekerjasama dengan 12 Bank (Bank DKI, BCA, BJB, BNI, BRI, Bank Syariah Mandiri, BTN, Bank Mandiri, Maybank, Bank Mega, Bank Permata, BNI Syariah, CIMB Niaga).

Selain di Monas, Bank Indonesia bekerja sama dengan Perbankan juga melaksanakan kegiatan penukaran uang di 160 titik di wilayah Jabodetabek, dengan tujuan mendekatkan pelaksanaan kegiatan penukaran uang kepada masyarakat.

Baca Juga
Lihat juga...