Sandi Klaim Biaya Kesehatan di DKI, Turun

Editor: Koko Triarko

234
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. –Foto: Lina Fitria
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan biaya kesehatan di Jakarta saat ini sudah mulai menurun, karena Pemprov DKI telah mengalokasikan 17 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI. 
“Biaya kesehatan sekarang di DKI sudah terpetakan jauh menurun, karena yang kita alokasikan dana 17 persen dari APBD. Alhamdulilah, DKI kemarin mendapat penghargaan sebagai satu dari tiga provinsi yang sudah universal health coverage,” kata Sandi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, (25/5/2018).
Menurut Sandi, pihaknya ingin mengedepankan tindakan pencegahan dari pada rehabilitasi. Menurutnya, tindakan itu sudah lebih efektif.
“Kita ingin memastikan, bahwa ke depan program-program Pemprov DKI itu adalah promotif-preventif. Bukan lagi kuratif dan rehabilitatif. Dan, ini nanti pada akhirnya akan menurunkan beban biaya kesehatan pada pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sandi menginginkan adanya penciptaan lapangan kerja di bidang kesehatan. Dengan langkah tersebut, bisa juga untuk menurunkan biaya kesehatan.
Dia menuturkan, menurunnya biaya pengobatan di ibukota juga tidak lepas dari adanya program One Kelurahan with Outstanding Care (Ok Ocare).
“Sudah sangat bisa mengurangi biaya. Program OK OCare itu bisa mengidentifikasi dan mengantisipasi, tentunya kegiatan-kegiatan promotif preventif yang bisa di-drive (didorong) dari kelurahan-kelurahan. Dan, kita sekarang sudah punya puskesmas di level kelurahan. Itu yang nanti kita harapkan akan menurunkan biaya kesehatan,” paparnya.
Sebelumnya, di hadapan Gubernur DKI, Presiden Joko Widodo menyinggung mahalnya biaya pengobatan di rumah sakit di Jakarta. Presiden mengatakan hal itu ketika berbicara mengenai tingginya biaya pengobatan pasien yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, lewat Penerima Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Baca Juga
Lihat juga...