Sardulo Djojo Lestarikan Reog Ponorogo

Editor: Satmoko

493

MALANG – Mendengar nama kesenian Reog, masyarakat pasti akan langsung teringat pada kesenian rakyat yang berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Akan tetapi, meskipun berasal dari Ponorogo, namun kesenian yang satu ini juga populer di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Malang.

Selain terkenal dengan kesenian topeng Malangan, ternyata di daerah berhawa sejuk ini juga memiliki grup Reog yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yakni grup Reog Sardulo Djojo di bawah pimpinan Bambang Supriadi.

Bambang menceritakan, Sardulo Djojo didirikan sejak tahun 1967 oleh Bapak Soekimoen dengan tujuan untuk dijadikan sebagai wadah perkumpulan orang seni di Malang raya khususnya seni Reog Ponorogo.

Bambang Supriadi pimpinan kelompok reog Sardulo Djojo. Foto Agus Nurchaliq

Menurutnya, Sardulo Joyo merupakan grup Reog pertama dan tertua di Malang.

“Sardulo memiliki arti macan atau harimau. Sedangkan Djojo berarti kejayaan,” terangnya.

Dikatakan Bambang, Reog Sardulo Djojo merupakan warisan dari orangtuanya yang wajib dijaga dan dilestarikan sebagai generasi penerus. Saat ini Sardulo Djojo beranggotakan 70 orang mulai dari pelajar Sekolah Dasar sampai dengan mahasiswa.

“Jadi anggotanya memang lebih banyak anak muda, sedangkan yang sudah tua hanya beberapa saja,” ucapnya. Selain itu juga didukung oleh mahasiswa dari Ponorogo yang kuliah di Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Islam Negeri.

Disampaikan Bambang, berbagai prestasi juga pernah ditorehkan grup Reog Sardulo Djojo diantaranya masuk 10 besar juara tingkat nasional di Ponorogo tahun 2017 dan penyaji terbaik pada tahun 2016.

“Kami kemarin ke Surabaya mewakili kota Malang dalam festival tari terutama tari pergaulan menjadi juara harapan tingkat Jawa Timur. Kemudian kami juara satu di tingkat Malang raya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, bersama Sardulo Djojo ia ingin mengenalkan seni tradisi khususnya tradisi Reog Ponorogo.

“Kami ingin terus mengenalkan seni tradisi ini agar dicintai generasi muda dan untuk menangkal supaya anak-anak muda tidak terjerumus oleh kenakalan remaja dan narkoba,” ucapnya. Selain reog, pihaknya juga mengembangkan sanggar tari tradisi.

Baca Juga
Lihat juga...