Satlantas Polres Lamsel Gelar Uji Kelaikan Angkutan Umum

Editor: Koko Triarko

231
LAMPUNG — Kepolisian Resor Lampung Selatan melalui unit pendidikan dan rekayasa lalu lintas (Dikyasa) satuan lalu lintas. melakukan kegiatan persiapan jelang arus mudik dan balik lebaran 2018.
Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Lamsel, Inspektur Satu Yani Devi Yanti, mengatakan, persiapan dilakukan dengan melakukan uji kelaikan kendaraan, khususnya bus, pemeriksaan kesehatan pengemudi dan pemberian vitamin. Kegiatan dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Lamsel dan instansi terkait.
Deni Irawan (kanan) Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Lamsel dan Iptu Yani Devi Yanti (kiri) Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Pada pemeriksaan kendaraan bus di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni, Yani Devi Yanti menyebut sebanyak enam kendaraan dilakukan rampcheck. Enam unit kendaraan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tersebut, di antaranya bus dari sejumlah perusahaan otobus yang melayani trayek terminal Rajabasa Bandarlampung ke pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Pemeriksaan fisik kendaraan dilakukan oleh personel Polres Lamsel, berkoordinasi dengan Dishub Lamsel sekaligus pemberian stiker angkutan lebaran 2018 di setiap bus yang dinyatakan laik jalan.
“Kami lakukan pemeriksaan fisik kendaraan, termasuk dokumen yang wajib dibawa pengemudi. Sembari pemeriksaan fisik dan dokumen kendaraan, setiap pengemudi menjalani pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Bakauheni,” terang Yani Devi Yanti, di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni, Kamis (24/5/2018).
Yani Devi Yanti, mengatakan, sejumlah kendaraan yang berada di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni sebagian diperiksa di terminal Rajabasa Bandarlampung.
Berdasarkan pemeriksaan kesehatan melibatkan dokter Paul Neman dari Puskesmas Bakauheni, tidak ditemukan pengemudi yang mengalami masalah. Pemeriksaan tekanan darah serta pemberian vitamin dilakukan untuk menghindari kondisi pengemudi dalam keadaan tidak vit saat mengemudi.
Menurut Yani Devi Yanti, kegiatan lintas sektoral tersebut sekaligus menjadi persiapan pihak Jasa Raharja, Puskesmas, dan ASDP untuk mempersiapkan sarana kendaraan angkutan laik jalan, didukung pengemudi dalam kondisi prima.
Pada pemeriksaan kesehatan, katanya, sejumlah pengemudi memiliki tekanan darah yang rendah dan sebagian memiliki tekanan darah normal.
Ia mengimbau, pengemudi tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang membahayakan, terutama narkoba selama mengemudi, karena bisa membahayakan penumpang.
“Kepada pengemudi diimbau untuk melakukan istirahat cukup, agar tidak mengantuk sekaligus menjaga kesehatan, terutama nanti saat angkutan lebaran,”cetus Iptu Yani Devi Yanti.
Pemberian vitamin, di antaranya tambah darah, akan membantu sejumlah pengemudi tetap memiliki kondisi prima saat mengemudi. Selain persiapan operasi Ketupat Krakatau 2018 sehari sebelumnya, Rabu (23/5) Satlantas Polres Lampung Selatan juga telah melakukan simulasi rencana manajemen rekayasa arus balik pelabuhan Bakauheni.
Rekayasa lalu lintas dengan pembuatan jalur contra flow menggunakan corn dan water barrier dilakukan untuk mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik lebaran.
Deni Irawan, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan kabupaten Lampung Selatan, menyebut pemeriksaan tahap awal dilakukan pada bus. Selanjutnya pemeriksaan lanjutan akan dilakukan pada angkutan umum jenis travel dan angkutan pedesaan.
Khusus untuk travel dan bus, pemeriksaan dilakukan di terminal Rajabasa dan terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni. Sesuai data, ada sekitar 40 unit bus yang melayani trayek pelabuhan Bakauheni ke Bandarlampung. Untuk angkutan lebaran, bisa lebih.
Dinas Perhubungan Lamsel, membantu Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dalam pemeriksaan kendaraan bus. Pemeriksaan terhadap fisik kendaraan meliputi dokumen kendaraan, seperti STNK, SIM, surat uji KIR, kondisi, kemudi kendaraan, ban, kondisi mesin, wiper atau kipas kaca, alat keselamatan, lampu serta berbagai elemen dalam kendaraan.
“Selain fisik, kita periksa dokumen. Setelah dinyatakan uji laik, maka diberi stiker yang ditempel di kaca depan bus, yang tidak laik kita laporkan ke dishub provinsi untuk tindakan selanjutnya,” beber Deni Irawan.
Menurutnya pula, pemeriksaan secara bertahap dan jauh hari dilakukan, agar saat angkutan lebaran kendaraan siap dioperasikan. Selain pemeriksaan fisik, dinas perhubungan telah menyiapkan bus cadangan untuk angkutan lebaran, guna mengantisipasi penumpang mudik kehabisan kendaraan. Koordinasi penyiapan bus cadangan akan dilakukan dengan ASDP dan Organda.
Baca Juga
Lihat juga...