Sejak 2014, Tabur Puja Padang Perbaiki Ekonomi Warga

Editor: Koko Triarko

305
PADANG — Bertepatan pada bulan Ramadan 1439 Hijriyah, Tabur Puja Padang, Sumatera Barat, merancang kegiatan-kegiatan yang bersifat mempererat hubungan silaturahmi, seperti buka puasa bersama antara pengurus Tabur Puja dengan pengurus Posdaya.
Manajer Tabur Puja Padang, Indra, mengatakan, pada setiap momen  Ramadan, Tabur Puja di Padang rutin menggelar kegiatan buka puasa bersama di Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang Padang. Suasana buka puasa bersama terlihat santai, sembari membahas perkembangan Tabur Puja di setiap kawasan di kelurahan.
“Jadi, kalau kita di Tabur Puja Padang tidak hanya sekedar acara buka puasa bersama saja, makan-makan lalu bercanda sesama pengurus, tapi kita selipkan kegiatan rapat evaluasi untuk mengetahui kondisi perkembangan usaha rakyat yang menikmati pinjaman dari Tabur Puja,” katanya, Jumat (25/5/2018).
Menurutnya, momen berkumpul bersama sesama pengurus Tabur Puja dengan pengurus Posdaya, adalah momen yang tepat untuk mengetahui kondisi usaha rakyat yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja. Pertemuan tersebut juga dinilai sangat jitu untuk melakukan rapat evaluasi, yang kini masuk pada rapat triwulan.
“Tabur Puja sudah berada di Padang sejak 2014. Jadi, perlu diketahui perkembangan kondisi ekonomi masyarakat yang telah mampu menjalankan usaha dari pinjaman modal usaha yang diberikan,” ungkapnya.
Indra menyatakan, sejauh ini dampak keberadaan Tabur Puja memang belum begitu luas, karena Tabur Puja menjangkau masyarakat prasejahtera, sehingga geliatnya belum begitu terasa. “Tapi, kalau dilihat secara ruang lingkup di tingkat kelurahan, ekonomi masyarakat sangat membaik”, katanya.
Ia mengatakan, dari sebelumnya hanya duduk-duduk di rumah, dengan adanya pinjaman modal usaha, masyarakat bisa bergerak untuk menghasilkan uang, dengan tujuan memperbaiki sedikit demi sedikit kondisi ekonomi keluarga.
“Buktinya, dari keluarga prasejahtera yang telah disasar Tabur Puja, telah beralih status menjadi Kelurga Sejahtera I. Nah, laporan-laporan seperti ini yang kita dapatkan saat berkumpul dan rapat bersama pengurus,” jelasnya.
Menurutnya lagi, dalam rapat evalulasi itu tidak hanya mengetahui seputar kondisi ekonomi masyarakat prasejahtera, tetapi juga mengetahui pembayaran pinjaman dari anggota. Mengingat yang diberikan pinjaman adalah masyarakat prasejahtera, maka persoalan kredit macet adalah hal yang  lumrah.
Kendati demikian, katanya, persoalan kredit macet di Tabur Puja bisa dikatakan tidak begitu buruk. Sebab, meski terkadang ada beberapa kali terjadi kredit macet, masyarakat tetap menyelesaikan pembayaran pinjaman modal usahanya.
“Kita memberikan pinjaman modal awal Rp2 juta. Nanti kalau masyarakat mau melanjutkan pinjamannya, bisa naik. Tapi, kita tanya dulu, mau tetap Rp2 juta atau naik ke Rp3 juta. Kenapa hal demikian dilakukan? Supaya tidak memberatkan masyarakat saat membayarkan kredit pinjamannya,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama, juga dilakukan di sejumlah Posdaya, yakni antara pengurus Posdaya dengan anggota Posdaya yang merupakan masyarakat sekitar, yang mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja.
Baca Juga
Lihat juga...