Seni Mural Perindah Tembok Parapet Bengawan Solo

Editor: Koko Triarko

341

SOLO – Parapet Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah, berupa tembok besar dan memanjang sebagai penahan banjir, yang selama ini terkesan kaku, kini lebih indah dipandang mata dengan adanya sentuhan seni mural para seniman.  

Walikota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, menjelaskan, Pemkot Solo berupaya menjadikan Parapet Bengawan Solo itu sebagai destinasi baru mendukung berbagai destinasi wisata yang sudah ada sebelumnya.

Setelah tembok Parapet yang semula terkesan kaku diubah menjadi papan kanvas menarik oleh para seniman mural dari Solo, Yogyakarta, Semarang dan berbagai daerah lainnya itu, Pemkot Solo akan lebih mempercantik dengan penataan taman kota.

“Sungai Bengawan Solo kian terlihat asri dengan adanya Parapet yang sudah diubah sedemikian rupa ini. Tinggal ditambah taman dan dilakukan penataan kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo menjadi destinasi baru yang ramah lingkungan,” ucap Walikota yang akrab disapa Rudy, Rabu (23/5/2018).

Dalam menata kawasan Sungai Bengawan Solo ini, lanjut Rudy, tak lepas dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWSBS), yang telah membangun Parapet sebagai upaya menahan banjir. Taman kota yang berkolaborasi dengan Parapet Bengawan Solo ditaregtkan terealisasi pada November 2018, mendatang.

“Desain taman sudah ada, kawasannya ada, tinggal aplikasikannya saja. Tentu akan kolaborasi dengan BBWBS,” tekannya.

Sementara itu, Kepala BBWBS,  Akhrizal Ardian Manu mengungkapkan, keberadaan parapet  sebagai penahan banjir luapan Sungai Bengawan Solo, yang berupa tembok besar memanjang cukup mengganggu keindahan. Karena itu,  pihaknya mempercantik Parapat agar lebih enak dipandang dengan seni lukis mural.

“Kalau panjangnya Parapet 5,3 kilometer berupa tembok saja, tentu sangat tidak nyaman. Maka kita ubah untuk bisa lebih bernilai artistik,” imbuhnya.

Dari lukisan mural yang ada, pesan menjaga lingkungan paling banyak diterohkan oleh seniman. Tak hanya itu, pesan menjaga dan melestarikan Sungai Bengawan Solo serta sosok Gesang yang menciptakan lagu Bengawan Solo juga tak luput dari pemandangan di bantaran sungai terpanjang di Jawa ini.

“Melalui lukisan mural ini, pesan yang ingin disampaikan adalah  untuk melestarikan alam, terutama sumber air.  Adanya Parapet ini sendiri bisa menjadi alternatif ruang terbuka hijau bagi masyarakat Solo dan sekitarnya,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...