Sidak di Bali, Mendag Nyatakan tak Ada Gejolak Harga

Editor: Koko Triarko

257
BADUNG — Untuk memastikan harga barang kebutuhan pokok (bapok) selama Ramadan dan menjelang Lebaran di pasar stabil, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Desa Adat Pecatu Bali, Jumat (25/5/2018).
Dalam sidak yang berlangsung singkat tersebut, tidak ditemukan harga bapok yang mengalami kenaikan, bahkan cenderung turun. “Harga bapok di pasar yang besar yang merupakan pasar pantauan saat ini menunjukkan penurunan. Namun, penurunan harga ternyata tidak hanya terjadi di pasar pantauan saja, tetapi juga  pasar yang kecil. Ini sangat menggembirakan”, ungkap Mendag, usai sidak.
Dari hasil pantauan, Mendang menyampaikan tidak terjadi gejolak harga untuk komoditas gula pasir dan minyak goreng. Untuk beras, saat ini harganya Rp8.950 per kilogram, atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
“Di pasar ini, Bulog telah melakukan penetrasi pasar untuk beras medium dengan harga jual ke konsumen Rp8.950 per kilogram. Harga beras juga akan terus diturunkan hingga mencapai Rp8.950 seperti yang telah diputuskan dalam Rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang meminta agar harga beras terus diturunkan”, ucap mantan Anggota DPR ini.
Untuk daging ayam, harganya tercatat sebesar Rp35.000 per kg dan telur ayam Rp23.000 per kg. Untuk kedua komoditas itu memang masih terjadi fluktuasi harga, dikarenakan kurangnya suplai.
“Untuk menurunkan harga daging ayam, pemerintah telah meminta perusahaan integrator untuk menyuplai ayam ke pasar-pasar rakyat di seluruh daerah di Indonesia. Hasilnya, harga ayam di Pasar Desa Adat Pecatu yang semula mencapai Rp38.000 per kilogram, kini mulai turun di kisaran Rp35.000-Rp36.000. Diharapkan, nantinya harga ayam akan mencapai Rp33.000 per kilogram, sesuai patokan yang telah ditentukan untuk wilayah Bali”, jelasnya.
Berkait stok beras nasional, ia memastikan aman. Menurutnya, stok beras nasional yang ada di Bulog mencapai hampir 1,3 juta ton. Itu pun baru sekitar 600 ribu ton impor beras yang baru masuk. Masih ada sekitar 300.000 ton lagi impor beras yang akan masuk ke Indonesia, dari 500.000 ton impor tahap kedua.
“Terkait kapan waktunya saya belum dapat memastikan, karena hal tersebut sesuai hasil rakor bersama menko perekonomian, menteri pertanian, menteri perdagangan serta bulog. Semua dilakukan lelang secara terbuka, dan itu sudah lama dan akan secara bertahap akan masuk ke Indonesia”, pungkas pria asli Cirebon, ini.
Seperti diketahui, negara pengimpor beras ke Indonesia, antara lain Vietnam, India, Thailand, dan Pakistan
Baca Juga
Lihat juga...