Slamet Ambari, Aktor dari Tegal Masuk Nominasi Terbaik IMAA 2018

Editor: Koko Triarko

433
Aktor Slamet Ambari. –Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA – Sejak membintangi film berbahasa Tegal, berjudul ‘Turah’, nama aktor Slamet Ambari, langsung mencuat. Aktingnya memikat dan menarik perhatian, sehingga menjadi perbincangan masyarakat perfilman Indonesia.
Berkat perannya sebagai Jadag dalam film ‘Turah’, ia masuk nominasi kategori Pendatang Baru Terbaik di Indonesia Movie Actors Awards (IMAA) 2018, yang diumumkan dalam acara jumpa pers di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (30/5/2018) malam.
Tawaran main film pun kini mulai berdatangan, seperti film ‘Nini Thowok’ dan film terbaru yang dilakoninya berjudul ‘Pasung’, membuatnya semakin eksis. Sebuah film ber-genre horor yang diproduksi Strow.
“Dalam film ‘Pasung’, saya berperan menjadi tokoh ayah dari sebuah keluarga dengan satu anak wanita bernama Wening,“ kata aktor Slamet Ambari, ketika dihubungi Cendana News.
Aktor handal dari Tegal, kelahiran 31 Maret 1964 itu membeberkan, tokoh ayah yang dilakoninya masih memegang adat dan klenik.“Perkarwinan satu-satunya anak tak disetujui oleh bapaknya, tapi perkawinan tetap berlangsung,“ katanya.
Menurut Slamet, selama perkawinannya, Wening dan Kawit tidak dikaruniai anak, hingga Wening sering melamun, dan suatu saat Wening melakukan hubungan dengan makhluk halus hingga hamil.
“Hati Wening, bingung. Ini anak dari suaminya atau dari makhluk halus. Akhirnya, Wening membunuh bayinya, agar ikut bapak gaibnya. Dari situ baru geger, kalau Wening gila, jadi jalan satu-satunya Wening dipasung,“ paparnya.
Jika dalam film ‘Turah’, Slamet memakai logat Tegal yang ngapak-ngapak, namun dalam film ‘Pasung’ cenderung ke logat Solo. Di film ‘Pasung’ ia menekankan pada ekspresi wajah.
Harapan Slamet, perfilman Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. “Dan, membuka kesempatan bagi sineas-sineas muda lebih berkiprah,“ pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...